Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENAIKAN HARGA BBM: Tak Ada BLT, Kompensasi ke Raskin

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah tidak akan menggulirkan program bantuan langsung tunai (BLT)  untuk melengkapi implementasi kebijakan pengendalian subsidi BBM. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan dampak kebijakan
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 17 April 2013  |  16:40 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah tidak akan menggulirkan program bantuan langsung tunai (BLT)  untuk melengkapi implementasi kebijakan pengendalian subsidi BBM.
 
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan dampak kebijakan subsidi BBM hanya akan diredam melalui penambahan cakupan dan frekuensi kebijakan perlindungan sosial yang sudah ada.
 
Kebijakan tersebut meliputi 3 komponen program perlindungan sosial yaitu Beras Miskin (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Beasiswa Siswa Miskin (BSM).
 
“Sekarang tidak ada BLT. Sekarang kompensasi melalui program-program tersebut, sehingga jelas arahnya,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (17/4).
 
Agung mencontohkan pemberian Raskin tahun ini akan ditingkatkan dari 12 kali menjadi 16 kali, sedangkan cakupan BSM akan diperluas dari kepada sekitar 15% siswa miskin menjadi kepada sekitar 30%.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menjelaskan pemerintah tidak hanya akan memperluas sasaran program BSM, namun juga menambah nilai bantuan yang diberikan.
 
“Rencananya jumlahnya kami tingkatkan, terus unit cost-nya kami naikkan persis seperti usulan tahun lalu yang pernah kami usulkan,” katanya.
 
Mendikbud memaparkan jumlah penerima BSM akan dinaikkan dari sekitar 6—7 juta orang menjadi sekitar 15 juta orang. Adapun nilai bantuan per orang per tahun akan dinaikkan menjadi Rp450.000 untuk SD, Rp750.000 untuk SMP dan Rp1 juta untuk SMA/SMK. (if)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

raskin blt penaikan harga bbm

Sumber : Demis Rizky Gosta

Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top