OPSI DUA HARGA BBM: Picu Peningkatan Penyelewengan

BISNIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai kebijakan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan opsi dua harga akan memicu kecurangan yang semakin tinggi.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 16 April 2013  |  17:28 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai kebijakan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan opsi dua harga akan memicu kecurangan yang semakin tinggi.


Menurutnya,   kebijakan tersebut dapat menimbulkan berbagai permasalahan baru karena masyarakat akan mencari berbagai cara untuk menikmati BBM yang masih disubsidi pemerintah.

"Kalau bikin hitam dan kuning itu hanya menimbulkan masalah baru. Lebih baik dinaikkan saja semuanya," katanya, Selasa (16/4).

Sofjan  lebih menyetujui penaikan harga BBM bersubsidi secara menyeluruh dengan catatan pemerintah kembali menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat miskin agar tidak terlalu berdampak terhadap perekonomian nasional.

Saat ini, pemerintah masih terus membahas rencana pembatasan subsidi BBM yang mengerucut pada wacana penaikan harga premium dan solar—yang selama ini disubsidi pemerintah—dari Rp4.500 per liter menjadi Rp6.500 per liter.

Opsi tersebut akan memberikan hak bagi golongan bawah untuk menikmati BBM bersubsidi dengan harga Rp4.500 per liter untuk kendaraan roda dua dan angkutan umum, sementara mobil pribadi pelat hitam diwajibkan menggunakan BBM dengan harga Rp6.500 per liter. (if)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penaikan harga bbm, dual harga, penyelewengan

Sumber : Maftuh Ihsan

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top