Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BISNIS LOGISTIK: Rencana Penyatuan Unit Konteiner Ditolak Pengusaha Sumut

BISNIS.COM, MEDAN--Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) Sumatera Utara menilai rencana pemerintah untuk menyatukan unit kontainer menjadi satu perusahaan dengan kepemilikan saham Pelindo I sampai Pelindo IV merupakan satu kemunduran.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 15 April 2013  |  14:37 WIB

BISNIS.COM, MEDAN--Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) Sumatera Utara menilai rencana pemerintah untuk menyatukan unit kontainer menjadi satu perusahaan dengan kepemilikan saham Pelindo I sampai Pelindo IV merupakan satu kemunduran.

Ketua Asdeki Sumut Khairul Mahalli mengatakan masing-masing unit kontainer di setiap lokasi memiliki keunggulan sehingga seluruhnya dapat berkompetisi dan saling melengkapi karena adanya ciri khas pada unit-unit kontainer tersebut.

Sementara bila harus digabungkan, dikhawatirkan akan mematikan kinerja yang sudah kuat dari setiap unit kontainer di pelabuhan-pelabuhan tersebut.

“Unit kontainer antarpulau kalau disatukan dan digabung dengan Pelindo I, II, III, dan IV malah tidak membangun sinergi kompetitif diantara mereka. Ini satu konsep yang mundur, mematikan competitivness” ucapnya kepada Bisnis, Senin (15/4/2013).

Selain itu, sambungnya, bila seluruhnya disatukan dan berpusat di Pulau Jawa dikhawatirkan adanya indikasi Jawa Centris dimana ekspor nantinya akan diarahkan ke Pelabuhan Kalibaru.

“Dengan adanya pemusatan tersebut juga akan lebih merepotkan untuk proses perijinan. Di saat yang lain ingin memperluas cabang, dan membuka kantor di wilayah baru, ini malah disatukan,” cetusnya.

Menurutnya, saat ini biaya logistik sudah terbilang mahal yakni mencapai 25% hingga 30% dari ongkos produksi, dari angka ideal maksimal 15%.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan akan menggabungkan seluruh unit kontainer pelabuhan dengan pemilik saham Pelindo I hingga IV menjadi satu perusahaan.

Penyatuan tersebut menurutnya untuk memperkuat koridor laut sehingga pelabuhan kontainer Indonesia menjadi nomor satu di Asia Tenggara, khususnya di bidang perdagangan.

Nantinya perusahaan tersebut akan membangun koridor laut high way yang merangkai pelabuhan laut mulai dari Belawan, Batam, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, hingga Sorong.

Dengan adanya koridor laut tersebut, maka 3000 kontainer dapat mendarat sehingga ongkos angkut dapat ditekan menjadi sekitar Rp8 juta hingga Rp6 juta.

Saat ini, ongkos angkut satu kontainer sekitar Rp12 juta dimana pelabuhan-pelabuhan yang ada saat ini hanya menjad tempat pendaratan kapal bermuatan antara 700 sampai 1.200 kontainer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis medan logistik sumut bisnis logistik asdeksi
Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top