Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INDUSTRI LAMPU: Omzet Kuartal I Diperkirakan Stagnan

BISNIS.COM, JAKARTA--Penjualan lampu pada kuartal I tahun ini diperkirakan sama dengan perolehan kuartal I tahun lalu, yaitu sekitar 60 juta hingga 70 juta unit dengan nilai US$70 juta.
Christine Franciska
Christine Franciska - Bisnis.com 10 April 2013  |  01:44 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Penjualan lampu pada kuartal I tahun ini diperkirakan sama dengan perolehan kuartal I tahun lalu, yaitu sekitar 60 juta hingga 70 juta unit dengan nilai US$70 juta.

"Kurang lebih sama dengan yang lalu. Kostan saja, paling kalau tumbuh hanya tipis sekitar 2% hingga 3%," kata Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo), John Manoppo, Selasa (18/4/2013).

Tipisnya pertumbuhan industri lampu, menurut dia, disebabkan oleh tingkat penetrasi yang sudah tinggi. Adapun, perluasan layanan listrik yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara tahun ini dirasa belum
signifikan.

Sepanjang tahun ini, dia menaksir penjualan lampu juga tumbuh tipis dari tahun lalu. "Tahun lalu sekitar 320 juta. Tahun ini mungkin sekitar 330 juta," sambung John.

Dengan petumbuhan yang tipis itu, produsen industri dalam negeri kini dituntut berinovasi dengan memproduksi lebih banyak lampu lampu light emitting diode (LED) yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Aperlindo menaksir penjualan LED di segmen rumah tangga tahun ini akan tembus 15 juta unit didorong oleh harga produk yang semakin terjangkau.

Lampu LED diyakini akan menggeser lampu hemat energi (LHE) di masa mendatang didorong oleh penawaran harga miring oleh produsen lampu lokal.

Saat ini, Lampu LED memang kurang banyak diminati karena harganya mahal, yaitu berkisar Rp60.000 hingga Rp70.000 per unit. Sekarang, produsen dalam negeri sudah banyak yang bisa menjual di harga Rp30.000.

Lampu LED, menurut dia, juga akan semakin diminati karena memiliki masa pakai hingga 15 tahun dan lebih hemat energi sebesar 50% dibandingkan dengan lampu LHE.

Adapun masalah kandungan merkuri sebesar 0,05 mg yang terdapat di lampu LHE sudah tidak ada lagi di lampu LED sehingga sangat ramah lingkungan. (ra)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lampu aperlindo john manoppo
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top