Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI MESIN: Banyak proyek baru, bisnis mesin pompa cemerlang

JAKARTA: Penjualan pompa untuk kebutuhan industri diprediksi bisa mengalami kenaikan 10% hingga 20% pada 5 tahun ke depan didorong oleh program masterplan percepatan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).Ketua Asosiasi Industri Pompa Seluruh
A. Rani Hernanda
A. Rani Hernanda - Bisnis.com 13 Februari 2013  |  16:05 WIB
INDUSTRI MESIN: Banyak proyek baru, bisnis mesin pompa cemerlang
Bagikan

JAKARTA: Penjualan pompa untuk kebutuhan industri diprediksi bisa mengalami kenaikan 10% hingga 20% pada 5 tahun ke depan didorong oleh program masterplan percepatan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).

Ketua Asosiasi Industri Pompa Seluruh Indonesia Ryandi Irawan mengatakan saat ini pasar untuk pompa highend sebagai penunjang proyek mass rapid transit (MRT), power plant, minyak bumi, dan petrokimia masih berkisar US$40 juta hingga US$50 juta.

Dengan digenjotnya infrastruktur, pelaku industri berharap pasar dapat naik hingga US$60 juta dalam 5 tahun ke depan. "Banyaknya proyek akan diikuti dengan kenaikan permintaan pompa dengan rata-rata 10% sampai 20%," katanya kepada Bisnis, Rabu (13/2).

Seperti diketahui, proyek yang sudah di-ground breaking oleh pemerintah pada sejak 2011 hingga 2012 sebesar Rp600 triliun. Adapun pada 2013 ini, diperkirakan masih ada 140 proyek dengan nilai mencapai Rp540 triliun.

Namun Ryandi menilai, pertumbuhan industri pompa penunjang infrastruktur ini tidak tergolong pesat, karena realisasi proyek infrastruktur cenderung memakan waktu lama. "Kita tidak bisa berharap pertumbuhannya bisa sangat kencang per tahun karena proyek infrastruktur biasanya butuh persiapan yang lama dan tidak pasti," sambungnya.

Di sisi lain, pompa kelas menengah seperti pompa penyedot banjir dan pompa distribusi air akan mengalami pertumbuhan yang lebih stabil mengikuti pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Ryandi mengatakan pompa kelas menengah biasanya akan naik 1,5 kali lipat dari pertumbuhan GDP atau sekitar 9% dari tahun sebelumnya yang mencatat penjualan sekitar US$60 juta.

Untuk tahun ini, kenaikan akan didorong oleh perbaikan sistem penanggulangan banjir di Jakarta. "Konsumen sudah mulai sadar perlunya pompa kelas menengah untuk menyedot banjir, selama ini penggunaan pompa biasanya salah kaprah," jelas Ryandi. (arh)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur pompa mesin

Sumber : Christine Fransiska

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top