Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERPAJAKAN: Pemerintah Susun Regulasi Cegah Rekayasa Besaran Pajak

JAKARTA-Pemerintah akan menetapkan tiga kategori rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) berdasarkan karakteristik sektor ekonomi sebagai regulasi pengendalian besarnya utang swasta dan penghindaran ‘perencanaan’ pajak.
- Bisnis.com 15 Januari 2013  |  22:59 WIB

JAKARTA-Pemerintah akan menetapkan tiga kategori rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) berdasarkan karakteristik sektor ekonomi sebagai regulasi pengendalian besarnya utang swasta dan penghindaran ‘perencanaan’ pajak.

Direktur Peraturan Perpajakan II Ditjen Pajak John Hutagaol mengatakan Kemenkeu tengah merancang Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur soal rasio utang terhadap modal swasta.

“Rencananya akan kita bagi dalam tiga kategori. Tapi saya belum bisa ungkapkan karena ini kan masih dalam pembahasan,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini (15/1).

Dia menuturkan di beberapa negara, rasio utang terhadap modal dibagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok keuangan  (bank dan finansial) dan kelompok non-keuangan. "Ada juga yang pakai single ratio,” ujarnya.

Menurutnya, signifikasi aturan terkait debt to equity ratio (DER), imbuh John, adalah untuk menghindari praktik 'perencanaan' pajak atau rekayasa memperbesar pinjaman dan bunga pinjaman untuk mengecilkan pembayaran pajak.

“Aturan DER ini juga untuk menjaga besaran utang swasta, karena kalau tidak diatur, ini bisa lebih besar dari utang negara. Dampaknya bisa mengganggu stabilitas perekonomian kita”.

Beleid terkait DER ini tengah didalami di level Kementerian dan diharapkan dapat rampung pada tahun ini. (yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top