KAWASAN TEKNOPOLITAN: BPPT siapkan masterplan

JAKARTA: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah menyiapkan masterplan kawasan teknopolitan di beberapa daerah. Salah satunya adalah Kabupaten Pelalawan di Provinsi Riau.Tatang A. Taufik, Deputi Kepala BPPT bidang Pengkajian Kebijakan
Adhitya Noviardi | 18 Desember 2012 23:59 WIB

JAKARTA: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah menyiapkan masterplan kawasan teknopolitan di beberapa daerah. Salah satunya adalah Kabupaten Pelalawan di Provinsi Riau.Tatang A. Taufik, Deputi Kepala BPPT bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, Pelalawan akan menjadi percontohan kawasan teknopolitan.Teknopolitan, ujarnya, adalah konsep kawasan yang berdimensi pembangunan ekonomi, sosial dan budaya, yang dilakukan oleh sentra kegiatan iptek, kegiatan produktif dan gerakan masyarakat, dengan mempercepat perkembangan inovasi, difusi dan pembelajaran di antara para pelaku.“Perlu komitmen tinggi dan berkelanjutan, serta dukungan yang kuat dari berbagai pihak untuk mewujudkannya. Membangun kawasan teknopolitan adalah membangun keunggulan para pelakunya dan aliran inovasi, difusi, dan pembelajaran di antara mereka,” kata Tatang usai Focus Group Discussion Penyiapan Masterplan Kawasan Teknopolitan Pelalawan di Kantor BPPT Jakarta, Selasa (18/12).Sementara itu Bupati Pelalawan M. Harris mengatakan bahwa kabupatennya siap menjadi contoh kawasan teknopolitan. “Kami sudah melakukan berbagai hal untuk mempersiapkannya. Diantaranya pembebasan lahan. Di wilayah ini akan dibangun kawasan terintegrasi dari hulu ke hilir,” ungkapnya.Di kabupaten tersebut saat ini banyak terdapat industri yang bisa menopang kehidupan masyarakatnya. Pewrtumbuhan ekonomi Pelalawan sebesar 7% per tahun, lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sedangkan pertumbuhan PDRB per kapita 0,8%.Aktivitas ekonomi di daera tersebut didominasi oleh sektor pertanian, industri, dan pertambangan. Dia mengatakan pada 2013 nanti kawasan teknopolitan di daerahnya mulai berjalan. Tatang menambahkan di Indonesia konsep kawasan teknopolitan ini relatif baru, dan belum ada contoh yang nyata. Dari 540 daerah otonom, lanjutnya, Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu dari sedikit daerah yang berupaya keras menjadikan kawasan teknopolitan sebagai penghela pembangunan daerah.Dia menuturkan kawasan teknopolitan diharapkan dapat mendorong dan mempercepat perekonomian daerah. Caranya dengan menyediakan sarana dan prasarana bagi berkembangnya kegiatan iptek (riset dan pendidikan), kegiatan produktif (industri komersial), dan gerakan masyarakat (sosial dan budaya) yang berkolaborasi membangun daerah dengan memanfaatkan potensi unggulan yang dimiliki. (Bsi)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup