Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTU 10.000 MW: Beberapa Proyek Molor, Target Tahap I Tak Tercapai

JAKARTA--Pemerintah menyatakan target  tahap pertama  (Fast Track)  Program (FTP I) 10.000 MW tahun ini tidak  tercapai . Hal ini terjadi akibat mundurnya beberapa proyek.Direktur Jenderal Kelistrikkan Kementerian Energi dan Sumber
Fajrin
Fajrin - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  21:47 WIB

JAKARTA--Pemerintah menyatakan target  tahap pertama  (Fast Track)  Program (FTP I) 10.000 MW tahun ini tidak  tercapai . Hal ini terjadi akibat mundurnya beberapa proyek.Direktur Jenderal Kelistrikkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan target FTP 1 sampai dengan akhir 2012 sekitar adalah 6.087 MW. Namun, hingga akhir tahun ini, Jarman memprediksi hanya bisa tercapai sekitar 5.000 MW.“Kita hitung sekitar 5.000 MW, tidak sampai 6.000 MW untuk FTP 1. Ini kelihatannya ada beberapa proyek yang mundur ke Januari tahun depan,”  ujarnya  Selasa (18/12).Kemunduran tersebut, lanjut Jarman, dinilai wajar. Pasalnya, setiap proyek harus dilakukan performance test sehingga akan di tes selama 30 hari. Selama 30 hari, akan dilihat apakah proyek tersebut bisa berjalan sesuai dengan kapasitas kontrak atau tidak.

“Nah kalau seperti ini tidak boleh jatuh, kalau jatuh tes lagi, kelihatannya jadi mundur 1-2 bulan,” tambahnya.Menurut Jarman, sejak 2009 hingga 16 Mei 2012, realisasi dan target operasional komersial PLTU 10.000 MW Tahap 1 sudah terealisasikan sekitar 3.790 MW. Dengan rincian pada 2009 masuk 300 MW, 2010 sebesar 300 MW, pada 2011 sebesar 2.560 MW, dan pada Januari-16 Mei 2012 masuk 630 MW.Sedangkan dari yang 17 Mei 2012 hingga Desember 2012 ditargetkan terealisasi sebesar 2.297 MW, sehingga sampai akhir 2012 akan beroperasi sekitar 6.087 MW. Namun sayang, target tersebut sedikit meleset. “Tetap optimis pada 2013, ditargetkan seluruhnya akan dikonstruksikan, sehingga pada 2014 listrik FTP 1 sudah masuk semua.”Sementara itu, untuk 10.000 MW FTP II, ditargetkan akan selesai pada 2018 (Untuk proyek PLN). Dalam FTP tahap II, komposisi terbesar dari pembangkit listrik panas bumi sebesar 4.900 MW dan PLTA 1.753 MW atau sekitar 69 % berasal dari energi baru terbarukan. (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top