INDUSTRI KEHUTANAN: kemenhut Klaim Revitalisasi Berjalan Mulus

JAKARTA--Kementrian Kehutanan mengklaim revitalisasi industri kehutanan dengan perubahan penggunaan bahan baku industri berjalan mulus.Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyebut hal tersebut tampak dari data struktur pemenuhan bahan baku IPHHK dengan
Erly Rusiawati | 13 Desember 2012 19:26 WIB

JAKARTA--Kementrian Kehutanan mengklaim revitalisasi industri kehutanan dengan perubahan penggunaan bahan baku industri berjalan mulus.Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyebut hal tersebut tampak dari data struktur pemenuhan bahan baku IPHHK dengan kapasitas produksi di atas 6.000 m3  per tahun."Pemenuhan bahan baku dari hutan alam cenderung menurun yaiut sebesar 20,5 juta meter kubik pada 2005 menjadi 5,49 juta m3 pada 2011," ujarnya saat membuka Workshop Industri Kehutanan Berbasis Hutan Rakyat, Kamis (13/12).Di sisi lain, lanjutnya, pemenuhan bahan baku dari Hutan Tanaman Industri, Hutan Rakyat, dan Kebun pada tahun lalu mencapai 36,73 juta meter kubik. Jumlah tersebut meningkat 220,23% dibandingkan dengan tahun 2005 sebanyak 11,47 juta meter kubik.Merujuk data tersebut, Zulkifli yakin hutan tanaman akan menjadi basis dari industri perkayuan nasional di masa mendatang. Menurunnya pasokan kayu dari hutan alam, lanjutnya, juga berimbas pada meningkatnya pasokan kayu dari hutan rakyat."Banyak industri kehutanan yang melakukan inovasi dengan memanfaatkan kayu hutan rakyat sebagai bahan baku industrinya. Hal tersebut perlu terus didukung karena berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja,"  paparnya.Dia  berjanji Kementrian Kehutanan akan terus mendorong pembangunan industri berbasis hutan rakyat. Guna mengapresiasi kemitraan yang dibangun industri dengan rakyat, lanjutnya, Kemenhut memberikan penghargaan Prima Wana Mitra."Kami berikan apresiasi karena mereka (industri dan kelompok tani penerima penghargaan) tidak mengambil dari hutan alam," ujarnya. (if) 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup