Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SUBSIDI BBMPemerintah didesak sodorkan usulan kuota yang lebih realistis

 
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  01:59 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah diminta mengusulkan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang realistis dan kredibel dalam penetapan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sehingga tidak perlu ada penambahan setiap tahunnya.
 
Pengamat energi dari ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan sejak awal, kuota BBM bersubsidi sebanyak 40 juta kiloliter yang diajukan pemerintah dalam RAPBN 2012, memang tidak realistis mengingat realisasi konsumsi BBM bersubsidi pada tahun lalu sebesar 41,7 juta kiloliter.
 
Apalagi, imbuhnya, hingga kini pemerintah tidak mempunyai kebijakan nyata yang bisa mengendalikan penggunaan BBM bersubsidi. 
 
“Seharusnya, pemerintah itu mengajukan angka [kuota BBM bersubsidi] yang realistis dan kredibel, sehingga tidak ada lagi minta-minta tambahan kuota,” ujarnya Senin, 28 Mei 2012.
 
Menurutnya, basis perhitungan kuota BBM bersubsidi yang diusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat, semestinya bukan hanya dari depo, tetapi dari penjualan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 
 
Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga harus melibatkan pemerintah daerah dalam penentuan kuota BBM bersubsidi, jangan hanya dibebani pengawasannya saja.
 
“Dengan asumsi pertumbuhan konsumsi yang rata-rata per tahun sebesar 6—8%, realisasi konsumsi BBM bersubsidi tahun ini kemungkinan dapat mencapai 44—45 juta kiloliter,” tutur Pri.
 
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik segera mengajukan tambahan kuota BBM bersubsidi untuk tahun ini kepada DPR, sejalan dengan permintaan tambahan jatah oleh beberapa pemerintah daerah.
 
UU APBN Perubahan 2012 menyebutkan alokasi BBM bersubsidi mencapai 40 juta kiloliter yang terdiri dari premium 24,4 juta kiloliter, solar 13,9 juta kiloliter, dan minyak tanah 1,7 juta kiloliter.
 
Berdasarkan data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, apabila tidak ada upaya apapun, maka proyeksi realisasi BBM bersubsidi tahun ini sebesar 47,06  juta kiloliter dengan rincian, premium 29,25 juta kiloliter, kerosen 1,7 juta kiloiter, dan solar 16,10 juta kiloliter.
 
Sementara itu, data PT Pertamina (Persero) melaporkan realisasi penyaluran BBM bersubsidi periode Januari-April 2012 mencapai 14,1 juta kiloliter atau 107,4% terhadap kuota berjalan 13,2 juta kiloliter.
 
Rinciannya, realisasi penyaluran premium 8,9 juta kiloliter atau 110% dari kuota 8,1 juta kiloliter, dan solar 4,9 juta kiloliter atau 107% dari kuota Pertamina 4,6 juta kiloliter. (sut)

 

 

 

BACA JUGA:

Skandal seks DPR mulai terkuak

Kekhawatiran data China pukul saham pertambangan

Hasil F1 Monaco, Webber juaranya

Rossi masuk Honda gantikan Stoner?

Nilai tukar rupiah, gimana hari ini?

 

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top