Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

APBN-P 2012: Pemerintah Sapu Bersih Pos Anggaran Tak Efisien

JAKARTA: Pemerintah memutuskan pemotongan anggaran dalam APBN-P 2012 sebagai acuan penyusunan pagu belanja indikatif kementerian/lembaga pada 2013.
Diena Lestari
Diena Lestari - Bisnis.com 23 Mei 2012  |  20:05 WIB

JAKARTA: Pemerintah memutuskan pemotongan anggaran dalam APBN-P 2012 sebagai acuan penyusunan pagu belanja indikatif kementerian/lembaga pada 2013.

 

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Herry Purnomo mengatakan pagu indikatif belanja pemerintah 2013 telah dibersihkan dari unsur-unsur yang tidak efisien.

 

“Saya kira dengan diberikannya SEB (surat edaran bersama) pagu indikatif 2013, kita kan sudah berikan belanja operasional yang flat, bahkan di beberapa K/L turun,” katanya, hari ini.

 

Seperti diketahui, dalam penyusunan APBN-P 2012, pemerintah memangkas belanja K/L Rp18,9 triliun sebagai upaya dari penghematan belanja pemerintah.

Beberapa pos belanja yang dihemat, a.l. anggaran kegiatan konsinyering dan perjalanan dinas yang tidak perlu serta belanja barang yang tidak menunjang kegiatan pokok K/L secara langsung.Dia menjelaskan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah dan pagu indikatif 2013, pemerintah menitikberatkan konsistensi perencanaan. APBN 2013 juga harus diarahkan untuk mengamankan RKP.

 

“Selain itu, apabila terbentuk dana optimalisasi pada waktu pembahasan APBN 2013, maka harus digunakan untuk program dan kegiatan hasil trilateral meeting yang belum teralokasikan dananya,” paparnya.

Herry juga menyoroti banyaknya K/L yang belum simultan mempersiapkan pedoman kegiatan (TOR) dan rencana anggaran belanja (RAB) setelah pagu indikatif disetujui.(yus)

 

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top