Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA KOMODITAS: SBY klaim permainan spekulan

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim para pemimpin dunia mengindikasi adanya permainan spekulan yang membuat harga sejumlah komoditas  menjadi lebih  mahal dari semestinya.Kepala Negara mengatakan  apalagi di era globalisasi
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 16 Mei 2012  |  20:07 WIB

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim para pemimpin dunia mengindikasi adanya permainan spekulan yang membuat harga sejumlah komoditas  menjadi lebih  mahal dari semestinya.Kepala Negara mengatakan  apalagi di era globalisasi yang makin meluas saat ini, tingkat inflasi di suatu negara juga sangat dipengaruhi oleh faktor global atau situasi yang ada di dunia.“Setiap pertemuan G-20, para pemimpin dunia menganggap musuh besar sekarang ini adanya spekulasi permainan paper trading ,money trading, elektronik yang ternyata membikin harga  itu menjadi tidak riil.  Ada sentimen,” kata Presiden Yudhoyono saat membuka rapat koordinasi nasional III Tim Pengendalian Inflasi daerah tahun 2012 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Kamis, 16 Mei 2012.SBY mengatakan  dinilai ada  sosok yang bermain untuk mendapatkan keuntungan, padahal tidak melakukan  transaksi jual beli secara fisik. Perilaku tersebut, ujarnya,  menjadikan harga  sejumlah komoditas menjadi tidak stabil.“Kalau kita tahu seperti itu, apakah kita diam saja  kita serahkan pada invisble hand . Katanya pasar akan mengatur sehingga  tercipta harga yang benar.  Saya  pribadi dari dulu tidak percaya,  maka peran pemerintah dan negara menjadi sangat penting,” kata SBY.Kepala Negara mengharapkan  dunia bersatu untuk melakukan upaya menyelamatkan masa depan. Apalagi mengingat makin bertambahnya penduduk dunia, serta kian  meningkatnya golongan menengah yang ingin mengkonsumsi lebih banyak.Di samping  itu juga terjadi gangguan pasokan  akibat gangguan keamanan di sejumlah tempat atau pengaruh geopolitik seperti di Timur Tengah, Semenanjung Korea , Laut China Selatan,  Afrika, Eropa, Amerika Latin.“Distorsi pasar, permainan yang aneh, yang tidak mulia, yang curang, mengakibatkan susahnya kita semua. Semua negara kena imbas bukan hanya Indonesia,” kata SBY.SBY menilai upaya yang dilakukan untuk mencegah dampak naik turunnya harga tersebut,  adalah dengan  menghasilkan produksi utamanya pangan yang lebih banyak di dalam negeri, seperti beras, kedele, jagung, daging sapi, telur ayam, kentang.Upaya meningkatkan produksi pangan di dalam negeri, ujarnya, dengan menerapkan teknologi, menggunakan bibit unggul, serta mencipatakan akses yang baik bagi petani.Di samping itu memperbaiki distribusi, infrastruktur, transportasi, menciptakan pasar yang efisien, memberikan informasi, serta mencegah  aksi spekulan. (Bsi)

 

 

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

  • 06:53 - EDITORIAL BISNIS: Kasus Korupsi Jangan Tertutup Karena Musibah Sukhoi

  • 06:08 - BURSA EROPA: Indeks Stoxx 600 Jatuh Ke Posisi Terendah Tahun Ini

  • 05:38 - BURSA WALL STREET: Indeks S&P 500 Turun Terpanjang Dalam Sebulan

  • 02:25 - GAGALNYA LADY GAGA: Sold Out Dulu Baru Izin…?

  • 01:55 - BLACK BOX SUKHOI: Ini Rute Perjalanan Panjang Kotak Hitam Setelah Ditemukan

  • 01:46 - FINAL LIGA CHAMPIONS: Ujian Terberat DI MATTEO

     

JANGAN LEWATKAN:

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 8 ENTREPRENEUR YANG MENGINSPIRASI

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top