Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

APBN-P 2012: Potensi penerimaan bea keluar mineral Rp14,7-Rp18,4 triliun

JAKARTA: Negara berpotensi menerima tambahan pendapatan hingga US$2 miliar dari bea keluar yang dikenakan pada ekspor barang mentah 14 komoditas tambang mineral.Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengatakan potensi penerimaan dari bea keluar yang
Diena Lestari
Diena Lestari - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  14:27 WIB

JAKARTA: Negara berpotensi menerima tambahan pendapatan hingga US$2 miliar dari bea keluar yang dikenakan pada ekspor barang mentah 14 komoditas tambang mineral.Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengatakan potensi penerimaan dari bea keluar yang akan diterapkan pada 14 mineral tambang sekitar Rp14,7 triliun-Rp18,4 triliun atau US$1,6 miliar-US$2 miliar per tahun. Adapun US$8 miliar-US$10 miliar adalah potensi nilai ekspor"Saya rasa, ekspor dari mineral itu antara US$8 miliar--US$10 miliar. Jadi angka itu yang akan kena bea keluar. Secara teknis, kalau seandainya rata-rata 20%, penerimaan akan bertambah 20% dari omset gross," kata Agus, hari ini.Bea keluar akan dikenakan pada 14 komoditas mineral yang diekspor dalam bentuk mentah. Keempatbelas komoditas tersebut, yakni nikel, tembaga, emas, perak, timah, timbal, kromium, molybenum, platinum, bauksit, bijih besi, pasir besi, mangan, dan antimon."Mekanismenya nanti ada tindak lanjut dari mendag, menteri ESDM, dan menkeu dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," ujarnya.Plt. Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang P.S. Brodjonegoro menambahkan keputusan menerapkan tarif bea keluar yang sama untuk 14 komoditas mineral itu didasari oleh pertimbangan kemudahan implementasi pengenaan bea keluar di pelabuhan.Sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berharap tarif bea keluar yang akan dikenakan pada 14 komoditas tambang tersebut bervariasi antara 20%-50%. Variasi tarif didasarkan pada tingkat hilirisasi industrinya di Tanah Air."Pertimbangannya ya karena yang diekspor itu bahan mentah, ore (bijih). Barang mentah itu sulit dibedakan antara satu bahan tambang dengan yang lainnya, karena masih tanah jadi daripada menunggu terlalu lama menimbulkan komplikasi di pelabuhan ya kita samakan saja tarifnya," tutur Bambang. (04/Bsi)

 

BACA JUGA:

> Kartini Muljadi Kantongi Rp1 Triliun dari Tempo Scan

Ini Dia SAHAM PILIHAN Hari Ini

Baca Koran BISNIS INDONESIA Hari Ini

Simak Perkembangan HARGA EMAS Hari ini

Tunggu OBLIGASI WIJAYA KARYA Akhir Mei

Jika MS HIDAYAT bicara Pekerja Seks Perempuan

Ekonomi Kuartal I/2012 tumbuh 6,3%, NOT BAD


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top