SANY GROUP percepat bangun pabrik alat berat di Cikarang

JAKARTA: Sany Heavy Machinery Limited (Sany Group), perusahaan multinasional asal China, akan mempercepat pembangunan pabrik alat berat, pertambangan, dan konstruksi di Indonesia dengan investasi US$200 juta.Deputy General Manager Sany Heavy Machinery
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 April 2012  |  10:03 WIB

JAKARTA: Sany Heavy Machinery Limited (Sany Group), perusahaan multinasional asal China, akan mempercepat pembangunan pabrik alat berat, pertambangan, dan konstruksi di Indonesia dengan investasi US$200 juta.Deputy General Manager Sany Heavy Machinery Ltd Dawson Zhu mengatakan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menyetujui penanaman modal Sany di Indonesia sejak akhir tahun lalu.Menurutnya, Sany berharap rencana pembangunan pabrik alat berat tersebut bisa terealisasi akhir tahun ini atau tahun depan.“Mudah-mudahan itu [pembangunan pabrik] bisa terealisasi secepatnya, pada tahun ini atau tahundepan. Kami sedang mempersiapkan semuanya," katanya kepada Bisnis di sela-sela acara Sany Excavator Launch The Elevation Fusion di Jakarta, pekan lalu.Pabrik yang berlokasi di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat, tersebut akan menjadi pusat produksi dengan luas lahan 10 hektare.Dia menuturkan pabrik itu diharapkan bisa memasok kebutuhan pasar Asia Tenggara, Jepang, dan Australia yang memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan negara-negara tersebut.Dawson menambahkan pabrik Sany akan menyerap 1.500 orang pekerja sehingga bisa menambah lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, saat ini Sany memiliki 2 unit pabrik manufaktur di Kunshan dan Shanghai, China.Kedua pabrik itu, ungkap Dawson, memiliki kemampuan produksi 80.000 unit per tahun.Sany Heavy Machinery Ltd merupakan anak perusahaan dari Sany Group yang bergerak khusus di bidang excavator dan manufaktur.Pada tahun lalu, ungkapnya, penjualan excavator mencapai 20.000 unit dan menjadi pemimpin pasar di China.“Kami optimistis penjualan alat berat akan meningkat tahun ini seiring dengan makin tingginya permintaan,” tuturnya.Dia mengungkapkan Sany telah memiliki lebih dari 60 anak perusahaan dan cabang di jaringan global untuk mendukung penjualan alat berat di sejumlah kawasan.Irwan Sjaichudin, Presiden Direktur PT Satrindo Mitra Utama, agen tunggal produk alat berat brandSany di Indonesia, menuturkan pihaknya agresif menggarap pasar sektor perkebunan, pertambangan, dan konstruksi yang terus berkembang di negara ini.Potensi pasar alat berat di Indonesia, ungkapnya, mencapai 10.000—12.000 unit per tahun.“Namun, penjualan Sany setahun belakangan ini masih sedikit sekitar 40 unit. Kami gencar menyosialisasikan produk alat berat ini agar bisa diterima di pasar,” ujarnya.Menurutnya, produk alat berat yang akan dipasarkan berupa excavator dengan berat sekitar 20 ton—40 ton.Dia mengklaim excavator merek Sany ini memiliki kualitas yang tidak kalah dibandingkan dengan merek lain, meski merupakan produk asal China. Apalagi, komponen penting produk alat berat tersebut diimpor dari Jepang.“Kami akan menjaga mutu agar kualitas tetap sama dengan merek Jepang, tentu saja dengan kelebihan pada layanan purnajual,” tuturnya.Dia mengemukakan Satrindo akan fokus menyediakan layanan purnajual terhadap produk alat berat yang dibeli konsumen.Bila terjadi kerusakan, ujarnya, Satrindo akan menyiapkan tenaga teknis dan mekanik selama 1 x 24 jam. (faa) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herdiyan

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top