SEKOLAH TRANSPORTASI didukung dana Rp2,6 triliun

 
nonaktive - Arif Gunawan Sulistyono | 24 April 2012 21:56 WIB

 

JAKARTA: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan menganggarkan Rp2,6 triliun untuk pembangunan dan pengembangan 20 sekolah transportasi pada tahun ini.
 
Kepala BPSDM Kemenhub Bobby R. Mamahit mengatakan yang harus dikebut adalah pembangunan sekolah perhubungan udara dan laut karena permintaannya sangat tinggi.
 
“Untuk sekolah perhubungan laut kami akan membangun 9 unit, untuk udara 6 unit, darat 4 unit dan kereta api 1 unit, sehingga total ada 20 unit,” katanya hari ini, Selasa 24 April 2012.
 
Dia menambahkan untuk pembangunan sekolah-sekolah ini, pihaknya hanya menganggarkan Rp2,6 triliun tahun ini, dan sisanya untuk tahun-tahun kedepan. Dari dana itu, Rp1,4 triliun untuk belanja modal, dan Rp1,2 triliun untuk belanja pegawai dan belanja barang.
 
Untuk sekolah perhubungan udara, lanjutnya, akan dibangun di Medan, Palembang, Surabaya, Makassar dan pengembangan di STPI Curug Tangerang.
 
“Untuk di Makassar, hanya ada penambahan sekolah yang ada, sekolahnya akan dipindah karena ada pelebaran landasan pacu di Bandara Sultan Hassanuddin Makassar. Setiap 10 menit sekali pesawat take of landing, sehingga mengganggu proses belajar,” tuturnya.
 
Untuk ATKP Surabaya, tutur Bobby, tahun ini hanya menambah kapasitas berupa peralatan dan kelas. “Kami coba penjajakan untuk menerima taruna penerbngan di ATKP Surabaya, sekarang baru menerima 12 taruna, instruktur dari STPI Curug Tangerang,” ucap Bobby.
 
Menurutnya, dengan menerima taruna penerbangan di ATKP Surabaya, merupakan salah satu upaya bagaimana mengembangkan sekolah penerbangan di luar Curug, yakni sebagian akan dipindah ke Surabaya.
 
“Nantinya akan ada sekolah tinggi penerbangan di ATKP Surabaya, dan lapangan terbang di Sumenep, Jawa Timur akan dijadikan base camp pelatihan terbang taruna ATKP Surabaya,” ucapnya.
 
Sekretaris BPSDM Kementerian Perhubungan Wahyu Setyo Utomo (Tommy) mengatakan kebutuhan tenaga pilot dan pelaut sudah sangat mendesak mengingat pertumbuhan industri
penerbangan dan kelautan terus meningkat. 
 
Dalam dua tahun kedepan terjadi kekurangan pasokan pilot 3.700 orang dan pelaut 15.000-an orang di Indonesia. Untuk itu pihaknya akan bergerak cepat membangun sejumlah Balai.
 
Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) maupun akademi pelayaran, serta sekolah-sekolah penerbangan. Di antaranya akan mendirikan diklat terpadu di Makassar, yakni untuk penerbang, pelaut dan darat. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top