JAMSOSTEK siapkan dana kredit rumah Rp52 miliar

BANDUNG: PT Jamsostek Kantor Wilayah IV Jabar-Banten menyiapkan dana Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) sebesar Rp52 miliar untuk disalurkan tahun ini.Kepala Jamsostek Kanwil IV Jabar dan Banten Enda Ilyas Lubis mengatakan dana tersebut akan dialokasikan
News Editor | 23 April 2012 18:17 WIB

BANDUNG: PT Jamsostek Kantor Wilayah IV Jabar-Banten menyiapkan dana Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) sebesar Rp52 miliar untuk disalurkan tahun ini.Kepala Jamsostek Kanwil IV Jabar dan Banten Enda Ilyas Lubis mengatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk pembiayaan sebanyak 1.041 unit rumah.“Animo peserta pada PUMP sangat tinggi, jadi kami terus menambah anggarannya,” kata Enda pada bisnis.

 

Alokasi dana pinjaman tahun ini menurutnya lebih besar dari target pinjaman PUMP 2011 sebesar Rp32 miliar.Menurut Enda, Kanwil IV telah menggulirkan dana PUMP senilai Rp61,5 miliar  sejak program tersebut digulirkan pada 2009 lalu.“Apabila target penyaluran Rp52 miliar di 2012 tercapai, maka total dana PUMP yang tersalurkan menjadi sekitar Rp113,5 miliar,” katanya.“Tahun ini juga kami perluas tidak hanya pinjaman uang muka tapi diperluas untuk pinjaman renovasi rumah,” katanya.Kepala Pengendalian Program Khusus PT Jamsostek Kanwil IV Jabar dan Banten Hafiz mengatakan dana PUMP paling besar diserap peserta dari wilayah Bandung.“Dengan bunga 6%,sampai saat ini nilai kredit macet (NPL) masih sangat kecil,”katanya. Pihaknya saat ini tengah mengupayakan bunga tersebut bisa diturunkan di angka 5%. “Semangat jadi 5% pasti,” kata Hafidz.Hafiz mengaku pihaknya belum kewalahan dengan peningkatan yang sangat tajam para peserta mengambil fasilitas PUMP tahun ini.“Kebutuhan (PUMP) dengan anggaran masih sama,” katanya.Menurutnya, peserta yang bisa mengakses pinjaman uang muka kredit Jamsostek yaitu peserta dengan minimal 1 tahun dan tertib secara administrasi dengan kuota pinjaman sebesar Rp20 juta untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.“Lalu Rp35 juta untuk gaji Rp5juta-10 juta/bulan, dan Rp50 juta untuk karyawan dengan gaji di atas Rp10 juta/bulan,” katanya.Meski tinggi penyaluran PUMP masih menemui kendala terutama dari perusahaan. “Ada kekhawatiran dari perusahaan jika mengakomodir peserta untuk meminjam uang muka, maka angsurannya dibebankan pada perusahaan,” katanya.“Perusahaan tidak perlu khawatir, kami hanya membutuhkan rekomendasi yang bersangkutan (peserta) bekerja di perusahaannya,” katanya.Awal tahun 2012 Jamsostek Jabar Banten sudah mengucurkan klaim sebesar Rp 305 miliar. “Dibanding periode yang sama pada tahun lalu, ada peningkatan sebesar 10%,” kata Enda.  Selama periode Januari-Maret 2012, PT Jamsostek Wilayah IV Jabar-Banten, telah menyalurkan klaim kepada para pesertanya bernilai Rp 305 miliar.Menurut Enda, klaim terbesar masih pada program Jaminan Hari Tua (JHT). "Klaim terbesar,masih pada JHT, yaitu Rp 240,1 miliar," katanya.Dilanjutkan, klaim terbesar lainnya selama triwulan I 2012, terdapat pada program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), yaitu senilai Rp33,3 miliar. Kemudian program JKK sejumlah Rp 16,8 miliar.Selanjutnya, program JK bernilai Rp 8,2 miliar. Berikutnya, program TKLHK (tenaga kerja luar hubungan kerja) sebesar Rp 5,5 miliar. Untuk Jasa Konstruksi, klaimnya senilai  Rp 960 juta. Sedangkan tenaga kerja perseorangan, angka klaimnya Rp 2 juta," katanya. (K57/Bsi)

Sumber : Wisnu Wage Pamungkas

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top