GAS TANGGUH: Fujian berperan dalam pengembangan

JAKARTA: BP Migas menyatakan jika Fujian, China, tidak membeli LNG dari Tangguh, Papua, pada 10 tahun lalu maka pengembangan gas Tangguh tidak akan ada. Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini mengatakan LNG dari Tangguh ke Fujian dijual
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 April 2012 18:30 WIB

JAKARTA: BP Migas menyatakan jika Fujian, China, tidak membeli LNG dari Tangguh, Papua, pada 10 tahun lalu maka pengembangan gas Tangguh tidak akan ada. Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini mengatakan LNG dari Tangguh ke Fujian dijual secara g to g karena tidak menarik secara b to b ketika itu. "Bayangkan kalau Fujian tidak ada, Tangguh nggak bakalan ada. Waktu itu secara g to g karena secara bisnis tidak menarik karena harganya sangat rendah. Tapi Bu Mega [Presiden kala itu] datang ke China, jadi dapat," ujar Rudi ketika ditemui di kantornya, Senin, 16 April 2012. Saat ini, BP Migas sudah membentuk tim yang akan mengupayakan perubahan formula harga penjualan gas Tangguh yang akan berujung pada perbaikan harga. BP Migas akan memperbaiki ceiling price atau formula batas atas harga minyak mentah sesuai patokan Japan Crude Cocktail (JCC).   Pada 2002, saat kontrak ekspor LNG ke Fujian ditandatangani, batas atas yang dipakai adalah JCC US$24 per barel, sehingga harga gas rata-rata US$2,4 per MMBTU.Selanjutnya pada 2006, batas atas dinaikkan menjadi US$38 per barel, sehingga harga gas menjadi US$3,35 per MMBTU sampai hari ini. "Kami berharap melalui renegosiasi, harga LNG bisa jadi sekitar US$6,5-US$7 per MMBTU. Bertahap lah naiknya, nanti 4 tahun lagi, dinaikkan lagi," ujarnya. Rudi mengatakan tim kerja renegosiasi gas Tangguh dari BP Migas yang dipimpinnya itu tidak mendahului tim renegosiasi bentukan Menko Perekonomian.Renegosiasi resmi yang dipimpin Menko (secara g to g) diharapkan bisa memulai renegosiasi pada pertengahan tahun ini, sehingga harga baru bisa diterapkan pada 2013. (tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top