INDUSTRI OBAT China & India tertolong volume produksi

 
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 12 April 2012  |  19:02 WIB

 

JAKARTA: Industri obat di China dan India mampu menjual harga dengan murah, karena mendapat insentif pemerintah dan memproduksi obat dalam skala besar sesuai dengan populasi penduduk.
 
Ketua Bidang Bahan Baku GP Farmasi Suharyanto menjelaskan perusahaan China dan India bisa menjual produk dengah harga lebih rendah karena berproduksi dalam volume besar untuk pasar global.
 
“Misalnya, kalau kita bisa produksi 1.000 ton per tahun, produsen China bisa 15.000 ton per tahun. Skala ekonomi produksi misalnya harus 10.000 ton, tetapi permintaan domestik hanya 1.000 ton,” katanya.dalam paparan media menjelang Convention on Pharmaceutical Ingredients (CPhI) hari ini.
 
Selain itu,  produsen di China dan India didukung oleh pasokan bahan kimia dasar domestik untuk memproduksi bahan baku, seperti etanol, metanol, alkohol, sorbitol, atau solvent.
 
Managing Director Asean Business UBM Asia M. Gandhi menyarankan Indonesia membangun industri bahan baku dengan mengincar pasar farmasi Asia Tenggara yang nilainya diperkirakan US$69,1 miliar pada 2016.
 
Berdasarkan perkiraan GP Farmasi, nilai pasar bahan baku farmasi nasional mencapai US$4,9 miliar, tumbuh 7% dibandingkan dengan pencapaian pada 2011 sekitar $4,57 miliar.
 
Hingga kuartal I/2012, kata Kendrariadi, pasar bahan baku farmasi diperkirakan US$1,22 miliar atau 25% dari proyeksi omzet farmasi pada tahun ini.
 
Adapun, rerata pertumbuhan tahunan pasar farmasi di dalam negeri selama 2011—2014 diperkirakan mencapai 13,4%, jauh lebih tinggi dari rerata pertumbahan tahunan pasar global sekitar 3%. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top