PEMECATAN WARTAWAN: Komisi IX akan panggil paksa penerbit IFT

JAKARTA: Manejemen PT Indonesia Finanindo Media penerbit harian Indonesia Finance Today tidak menghadiri audiensi dengan Komisi IX DPR hari ini terkait kasus pemecatan 13 wartawan.Wartawan-wartawan yang dipecat itu merupakan anggota dari Serikat Karyawan
Febriany Dian Aritya Putri | 12 April 2012 19:52 WIB

JAKARTA: Manejemen PT Indonesia Finanindo Media penerbit harian Indonesia Finance Today tidak menghadiri audiensi dengan Komisi IX DPR hari ini terkait kasus pemecatan 13 wartawan.Wartawan-wartawan yang dipecat itu merupakan anggota dari Serikat Karyawan Indonesia Finance Today.Juru bicara Serikat Karyawan IFT Abdul Malik mengatakan pemecatan terkait erat dengan sikap pihaknya yang menuntut manajemen mengembalikan pemotongan gaji sepihak antara 5% hingga 27,5% sejak Februari 2012, lalu membayar kompensasi tunai atas tunggakan Jamsostek selama lebih dari setahun, dan membayar tunggakan tunjangan sejak 2011.“Seluruh tuntutan Serikat Karyawan IFT merupakan hak yang telah diatur dalam perjanjian kerja sama atau kontrak kerja,” katanya dalam siaran pers, hari ini.Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning mengatakan pihak manajemen IFT bisa dipanggil paksa untuk memenuhi undangan audiensi.“Jangankan pengusaha, menteri saja bisa dipanggil paksa kalau sampai tiga kali dipanggil tidak hadir,” jelas Tjiptaning dalam siaran pers itu.Tjiptaning juga mengatakan bahwa kebebasan berserikat diatur dalam UU Ketenagakerjaan dan UUD 1945.“Kebebasan berserikat tidak hanya diatur UU Ketenagakerjaan, tetapi juga UUD 1945. Pengusaha yang melanggar bisa dihukum,” katanya. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top