BANDARA BARU akan dibangun di Karawang

 
nonaktive - Arif Gunawan Sulistyono | 11 April 2012 19:40 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Perhubungan menuntaskan  studi kelayakan rencana pembangunan bandara baru di wilayah Jabodetabek dan ditetapkan berlokasi di Karawang, Jawa Barat.
 
Adapun, rencana pembangunan bandara baru lainnya yang juga berada di  Jawa Barat yakni Bandara Kertajati tetap akan dilanjutkan karena ditetapkan sebagai relokasi dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
 
“Di wilayah Jabodetabek itu memang sudah ada Bandara Soekarno-Hatta, namun jika pengembangan bandara ini tidak sampai memiliki empat landasan pacu (saat ini ada dua), maka Jabodetabek harus multi airport, akhirnya dipilih lokasinya di Karawang,” tutur Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan hari ini.
 
Dia menambahkan Kemenhub bersama mitranya sudah selesaikan feasibility studi atau studi kelayakan mengenai usulan wilayah, dan ditetapkan di Kerawang. 
 
“Karawang sudah ditetapkan berdasarkan kajian, FS [feasibility study/studi kelayakan] sudah selesai soal lokasi, nanti akan ada FS untuk pembagian rute Karawang yang mana, Kertajati yang mana. Kota-kota besar di sejumlah negara banyak yang sudah memiliki bandara lebih dari satu. New York misalnya, ada dua bandara. Tokyo ada Bandara Haneda dan Osaka. Tujuannya untuk memecah kemacetan lalu lintas, jangan yang dari barat ke timur, jadi ada keuntungannya,” tuturnya.
 
Indonesia National Air Carriers Association (INACA), asosiasi perusahaan penerbangan nasional, mendukung rencana pemerintah untuk membangun bandara baru di Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di masa depan.
 
“Memang sudah waktunya ada bandara baru di Jabodetabek. Pertumbuhan penumpang rata-rata 15% per tahun dan ekonomi Indonesia yang bertumbuh rata-rata 6% lebih, dalam waktu yang tidak lama Bandara Soekarno-Hatta sudah tidak bisa menampung lagi lonjakan penumpang meskipun sudah diadakan pengembangan. Sudah tepat pemerintah merencanakan Bandara baru,” kata Sekjen INACA Tengku Burhanuddin.
 
Bandara Kertajati
 
Bambang menjelaskan rencana pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat ini untuk relokasi Bandara Husein Sastranegara Bandung.
 
“Jangan kita pertentangkan Bandara Kertajati dengan Kerawang, karena Kerawang untuk penumpang di wilayah barat Jakarta, untuk Bandung dan sekitarnya masuk Kertajati. Dua-duanya akan berkembang, pasti nanti akan terbentuk pasarnya,” katanya.
 
Hasil studi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk pembangunan awal, bandara Kertajati membutuhkan luas lahan 1.800 hektar (ha) dengan estimasi dana sebesar Rp5,8 triliun. Dibutuhkan lahan seluas 5.000 ha untuk pembangunan fasilitas lanjutan dengan estimasi dana mencapai Rp8,29 triliun.
 
Kepala Dinas Perhubungan Jabar (Kadishub Jabar) Dicky Saromi mengatakan bandara Kertajati bisa segera rampung dalam jangka 5 tahun dan bisa beroperasi mulai 2017. Apalagi setelah mendengar bahwa pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan bersedia merevisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.34/2005 tentang Penetapan Lokasi Bandara dan Pendanaan, sehingga nantinya bandara tersebut bisa menggunakan dana APBN tahun 2012. 
 
Dengan adanya revisi Permenhub tersebut, maka pembangunan Kertajati juga akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Sejauh ini, Kemenhub sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar pada 2012. Dengan adanya revisi tersebut, nantinya sisi udara  akan menjadi tanggung jawab pusat sedangkan sisi darat  akan menjadi tanggung jawab pemprov. “Karena selama ini investor menganggap sisi udara tidak begitu menarik untuk investasi,” ujarnya. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top