KERJA SAMA DAGANG: RI-China tanda tangani 15 kesepakatan

 
Nancy Junita | 04 April 2012 18:42 WIB

 

 

JAKARTA: Perusahaan Indonesia dan China menandatangani 15 kesepakatan kerja sama investasi US$17,64 miliar dalam rangkaian acara kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke China, bulan lalu.
 
 
Kesepakatan tersebut terdiri dari beberapa nota kesepahaman (MoU) dan 7+-perjanjian kerja sama dalam sektor industri manufaktur, pembangunan infrastruktur dan pengolahan hasil tambang.
 
 
Dirjen Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana mengatakan kesepakatan tersebut ada yang segera direalisasikan tapi ada juga yang masih berupa penjajakan.
 
 
“Jadi banyak yang masih MoU. Berupa perjanjian kerjasama antara perusahaan China dengan perusahaan Indonesia untuk menjajaki investasi,” katanya, hari ini.
 
 
Dia memaparkan salah satu investasi besar yang akan segera direalisasikan adalah kerjasama pembangunan blast furnace antara PT Krakatau Steel Tbk dan MCC CERI.
 
 
Pabrik berkapasitas 1,2 juta ton per tahun tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan produksi baja KS atas gas dan bahan baku impor.
 
 
Agus menambahkan fasilitas blast furnace KS akan meningkatkan penyerapan bijih besi lokal dan bisa dikombinasikan dengan proyek kerjasama pembangunan smelter bijih besi BUMN tersebut dengan PT Aneka Tambang Tbk.
 
 
“Ini terpisah dari Posco. Sekarang dia masih pakai direct reaction hingga masih harus impor iron billet. Nanti juga tidak bergantung pada gas karena digantikan dengan cooking cokes,” katanya.
 
 
Kerja sama antara kedua perusahaan diperkirakan bernilai investasi US$1,15 miliar yang terdiri dari MoU kerja sama teknologi senilai US$530 juta dan konstruksi blast furnace senilai US$621 juta.
 
 
Konstruksi pembangunan kompleks blast furnace tersebut, jelas Agus, akan didukung pembiayaan jangka panjang dari bank ICBC.
 
 
Kesepakatan lainnya adalah antara kerjasama antara PT Dharma Hydro Nusantara dan China Huadian Corporation untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air Batang Toru senilai US$1 miliar.
 
 
PT Dian Kapuas Sedaya dan Senteda Group sepakat untuk menjalin kerjasama investasi dalam industri pertanian senilai US$500 juta. 
 
 
Adapun PT Semen Grobogan dan China Triumph International Engineering Co menandatangani letter of intent pembangunan pabrik semen senilai US$400 juta.
 
 
Dalam sektor industri pengolahan tambang, PT Hashmonah menjalin kerjasama dengan Yangyuan County Sanyzhuang Mining Co untuk pembangunan smelter pasir besi senilai US$200 juta.
 
 
Selain itu, PT Daya Anugrah Semesta dan Henan Xibao Metallurgy Materials Group sepakat untuk menjajaki proyek smelter nikel dan fasilitas produksi stainless steel bernilai investasi US$300 juta.
 
Di sektor infrastruktur, PT Bangungraha Sejahtera Mulia dan China Railway Construction Corporation menandatangani kerjasama senilai US$12 miliar untuk meraih kontrak pembangunan jembatan Selat Sunda.
 
 
Sebelumnya, Menteri Perindustrian M. S. Hidayat mengatakan beberapa pengusaha China yang berbasis di Hongkong juga menyatakan minat untuk masuk dalam bisnis pembiayaan investasi di Indonesia. 
 
 
“Mereka bilang kami juga merupakan pusat finansial di dunia, tidak kalah dengan Singapura. Nanti kelompok 12 pengusaha dari sana akan langsung datang ke Indonesia,” katanya.
 

Menperin mengatakan mereka tertarik mendukung rencana-rencana investasi dalam sektor pembangunan infrastruktur, minyak dan gas bumi serta hilirisasi pertambangan.(msb)

 

 

*) Untuk membaca berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari harian Bisnis Indonesia, silahkan klik epaper.bisnis.com. Anda juga bisa berlangganan epaper Bisnis Indonesia dengan register langsung ke Bisnis Indonesia edisi digital. 

 

Sumber : Demis Rizky Gosta

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top