Pengetatan likuiditas ancam otomotif

JAKARTA: Upaya pemerintah mendukung langkah Bank Indonesia memperketat likuiditas valas guna mengamankan sektor keuangan dari dampak krisis global justru dinilai dapat mengancam pertumbuhan penjualan otomotif pada 2012.Direktur Pemasaran PT Toyota Astra
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 04 Desember 2011  |  16:52 WIB

JAKARTA: Upaya pemerintah mendukung langkah Bank Indonesia memperketat likuiditas valas guna mengamankan sektor keuangan dari dampak krisis global justru dinilai dapat mengancam pertumbuhan penjualan otomotif pada 2012.Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan jika likuiditas diperketat, perbankan di bawah koordinasi BI yang tak memiliki likuiditas cukup, akan sulit mendapat izin menyalurkan kredit secara berlebihan."Pengetatan likuiditas dan sistem moneter oleh pemerintah akan berimbas pada menurunnya kucuran dana perbankan ke sektor konsumsi, terutama untuk pembelian mobil baru," ujarnya hari ini.Menurutnya, kendati daya tahan ekonomi Indonesia tahun depan diramalkan cukup bagus, kekeringan likuiditas dapat mereduksi penjualan mobil. Jumlah bank dan lembaga pembiayaan nonbank yang bersedia mengucurkan kredit kepemilikan mobil akan berkurang."Jika pun ada, suku bunga pasti akan sangat tinggi. Ini sangat mengkhawatirkan," katanya.Menkeu Agus Martowardojo pada Jumat lalu mengatakan krisis utang di Uni Eropa dan perlemahan ekonomi AS membuat krisis global akan semakin memburuk pada tahun depan.Kondisi tersebut, lanjutnya, membutuhkan pengamanan sistem moneter untuk menahan guncangan di pasar modal dan meningkatkan kepercayaan diri investor. Namun, pengetatan likuiditas bisa mengancam tersendatnya geliat sektor konsumsi di dalam negeri. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top