Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Darmin: Arus dana asing 2012 akan kian deras

JAKARTA: Tren negara berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi domestik positif akan menjadi sasaran investasi pada pemodal asing, tahun depan. Orientasi tersebut berubah dari semula hanya memandang sisi indikator inflasi semata.Hal tersebut disampaikan
Saeno
Saeno - Bisnis.com 16 November 2011  |  16:04 WIB

JAKARTA: Tren negara berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi domestik positif akan menjadi sasaran investasi pada pemodal asing, tahun depan. Orientasi tersebut berubah dari semula hanya memandang sisi indikator inflasi semata.Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam Breakfast Meeting: Indonesia Economic Outlook 2012 yang digelar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, siang ini.Menurutnya, aliran likuiditas pada 2012 akan semakin meningkat sejalan dengan perubahan orientasi penempatan dana kepada negara berkembang yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi domestik besar.“Sekarang pusat perhatian sedikit berubah. Dua tahun lalu emerging market hanya dilihat sisi inflasi saja. Tapi, hari ini kita mengikuti, dia bukan itu. Tapi, bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri,” ujarnya.Dia menerangkan tahun depan harus ada upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, terutama dalam hal memacu pertumbuhan sektor riil melalui stimulus fiskal.Darmin sendiri optimistis pada 2012 pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih cukup kuat ditopang oleh peningkatan keyakinan konsumen dan suku bunga pembiayaan yang menurun.Demikian pula, sambungnya, investasi swasta diperkirakan masih tumbuh meningkat sejalan dengan besarnya potensi pasar, penurunan suku bunga, perbaikan iklim investasi, dan prospek peningkatan peningkatan credit rating Indonesia menjadi investment grade.“Menurunnya suku bunga dan peningkatan credit rating diperkirakan juga akan memperbaiki komposisi arus modal masuk ke jenis modal yang lebih produktif dan mengurangi instabilitas,” terangnya.Namun, tambahnya, yang menjadi perhatian adalah makin besarnya aliran modal harus diantisipasi jenis likuiditas yang bersifat spekulatif. “Atau bagaimana memanfaatkan ke sektor rii dan kegiatan ekonomi,” paparnya. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top