Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Inalum 100% untuk dalam negeri

JAKARTA: Setelah diakuisisi, produksi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan lembaran alumunium dalam negeri.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 November 2011  |  08:58 WIB

JAKARTA: Setelah diakuisisi, produksi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan lembaran alumunium dalam negeri.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan sesuai rencana kebijakan untuk menghentikan impor bahan baku pada 2014, seluruh produk Inalum akan dijual untuk Indonesia. “Setelah kita miliki, 100% produk Inalum untuk Indonesia,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Deputi Kemeneg BUMN Bidang Industri Strategis dan Manufaktur Irnanda Laksanawan. Dia menyampaikan produk Inalum akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif dalam negeri yang sedang bertumbuh dengan pesat.

Irnanda mengungkapkan selama ini 60% produk Inalum diekspor ke Jepang. Meskipun diakuinya bahwa permintaan lembaran alumunium di Indonesia belum sebanyak Jepang tetapi banyaknya penjualan produk Inalum ke negeri matahari terbit itu dipandang bermasalah.

Sumber Bisnis yang tengah mengkaji kelayakan aset Inalum untuk diakuisisi mengungkapkan sejak 1975 Jepang telah menandatangani kontrak kerjasama dengan pemerintah untuk mengoperasikan Inalum. Namun, selama dioperasikan oleh sebuah konsorsium Jepang itu Inalum selalu merugi.

“Hanya dalam 3 tahun terakhir saja saat mulai muncul wacana untuk mengakhiri kontrak tersebut Inalum memeroleh laba,” ujarnya.

Dia mempertanyakan kinerja Inalum, pasalnya sebagian besar produk Inalum diekspor ke Jepang untuk memenuhi permintaan lembaran alumunium dari industri otomotif kelas dunia seperti Toyota dan Daewoo.

Dia menjelaskan bahan baku Inalum diperoleh dari Australia dengan harga tinggi lalu dijual ke Jepang dengan harga murah. Oleh karena itu pada 2010 Meneg BUMN dan Menteri Perindustrian memutuskan untuk tidak memperpanjang kerjasama tersebut dan berniat mengakuisisi Inalum. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top