Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4.000 Ha tambak garam terendam air hujan

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 November 2011  |  11:37 WIB

 

SURABAYA: Sedikitnya 4.000 hektare lahan garam rakyat di Sampang, Madura tergenang air akibat hujan deras sejak awal pekan ini sehingga berhenti produksi di tengah membaiknya harga bahan pengasin.
 
Ketua Asosiasi Petani Garam Sampang Jakfar Shodiq menyebutkan areal garam rakyat di kabupaten tersebut merupakan terluas di Madura dibandingkan dengan di Sumenep yang hanya 1.500 hektare dan di Pamekasan 888 hektare. 
 
Menurut dia, kegiatan pengolahan lahan dan pemanenan garam di Kab. Sampang telah berlangsung sejak Agustus lalu dan masing-masing petani telah panen sebanyak 15 hingga 18 kali. Volume produksinya hingga pekan ini rata-rata 40 ton per hektare atau di bawah panen optimal 60 ton per hektare.
  
“Luas ladang garam rakyat di wilayah kami mencapai 4.256 hektare, keseluruhannya praktis berhenti produksi akibat setiap hari hujan deras sejak awal pekan ini,” ujarnya kepada Bisnis, pekan ini.
 
Jakfar menambahkan berhentinya kegiatan pemanenan garam tersebut tidak menimbulkan kerugian terhadap petani. Soalnya, harga jual garam rakyat tahun ini tergolong tinggi senilai Rp850/kg untuk jenis kualitas (KW) I di tingkat pabrik perusahaan pemroses garam beriodium di Surabaya. 
 
Adapun garam KW II di tempat sama Rp650/kg dan KW III Rp500/kg di tingkat perahu di Sampang unuk diangkut ke industri pemroses di Pasuruan, Jatim.
 
Dengan tingkat harga sebesar itu, petani garam disebutkan mampu menangguk keuntungan cukup lumayan disebabkan harga pokok produksinya di bawah 50%. Terdongkraknya harga garam rakyat tahun ini merupakan dampak positif dari kebijakan pemerintah yang mewajibkan importir/produsen garam beriodium juga menyerap garam rakyat.
 
Menurut Jakfar, saat ini di Kab. Sampang masih terdapat stok garam rakyat sekitar 80.000 ton karena petani tidak menjual habis seluruh garam yang telah dipanen. Sementara total produksi garam akyat di kabupaten tersebut sejak Agustus lalu diperkirakan sekitar 170.000 ton. (arh)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A. Chevny

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top