Investor Norwegia incar potensi tenaga air

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  17:50 WIB

 

JAKARTA: Norwegia mengincar investasi baru ke proyek energi tenaga air (hydropower) di Makassar, Sulawesi Selatan. 
 
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyebutkan tidak hanya satu perusahaan, tetapi sejumlah investor Norwegia yang menyampaikan minatnya mengembangkan industri energi sekaligus mendukung swasembada pangan. 
 
“Kita harus memperhatikan ketahanan energi. Kita juga harus mempermudah industri energi, terutama industri energi terbarukan, misal hydropower,” katanya pada acara penganugerahan Indonesia Green Awards 2011 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, hari ini.
 
Investasi ini, menurut Zulkifli, didukung aturan mengenai pemanfaatan geothermal di kawasan hutan konservasi. Aturan itu yakni Peraturan Pemerintah (PP) No.28/2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.  
 
“Kami jamin pengurusan izin geothermal tidak akan lebih dari 3 bulan sekarang ini. Karena kita sekarang mengembangkan energi-energi yang sekaligus ramah lingkungan,” tuturnya. 
 
Soal investasi, Zulkifli belum membeberkannya. Begitu juga dengan kapasitas produksi industri hydropower itu. Norwegia sendiri diketahui telah memanfaatkan hydropower sejak 1800-an dan dapat menyumbang 80% energi dari keseluruhan yang ada. 
 
Dosen ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Surna Tjahja Djajadiningrat mengatakan potensi tenaga air di Indonesia berpotensi besar sebagai sumber energy. Namun, penggunannya masih jauh di bawah potensi. 
 
Potensi tenaga air di seluruh daerah Indonesia, tepatnya di 1.315 lokasi, diprediksi sekitar 75.000 megawatt (MW). “Namun, yang termanfaatkan belum begitu banyak,” ucap Surna. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top