Aetra siapkan infrastruktur untuk 45 pelanggan baru

JAKARTA: PT Aetra Air Jakarta tengah menyiapkan infrastruktur untuk 45 unit dari total 220 industri besar yang akan menjadi pelanggan baru Aetra dengan jaminan ketersediaan air bersih yang dapat memenuh kebutuhan berproduksi.Presdir PT Aetra Air Jakarta
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 19 September 2011  |  17:02 WIB

JAKARTA: PT Aetra Air Jakarta tengah menyiapkan infrastruktur untuk 45 unit dari total 220 industri besar yang akan menjadi pelanggan baru Aetra dengan jaminan ketersediaan air bersih yang dapat memenuh kebutuhan berproduksi.Presdir PT Aetra Air Jakarta Muhamad Selim mengatakan 45 industri itu akan menyusul 35 industri besar yang sudah menjadi pelanggan Aetra dan sekaligus berpartisipasi menyelamatkan lingkungan dengan menutup sumur air tanah miliknya.“Di wilayah kerja Aetra dalam wilayah timur Jakarta terdapat sekitar 220 industri yang berpotensi untuk ditarik menjadi pelanggan baru dan sekaligus berpartisipasi menjaga lingkungan dengan mengurangi pengambilan air tanah dalam,” katanya di Jakarta hari ini.Dia mengatakan kalangan pelaku bisnis dan industri semakin tertarik untuk menggunakan air bersih dari jaringan perpipaan milik Aetra karena jaminan kelancaran pasokan air bersih dan tarifnya lebih murah dari pajak air tanah dalam.Apalagi, lanjutnya, Pemprov DKI melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga gencar melakukan pengawasan dan penegakan aturan larangan pengambilan air tanah dalam secara tidak terkendali.Menurut Selim untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan kualitas pelayanan, termasuk dari kelompok industri, Aetra akan menaikkan kapasitas produksi instalasi pengolahan air Buaran dan Pulaugadung hingga sekitar 25% dari total produksi sekarang 9.000 liter per detik.  Rencana tersebut, lanjutnya, mendapat dukungan dari Perum Jasa Tirta II selaku pengelola Bendungan Jatiluhur di Purwakarta untuk meningkatkan pasokan air bakunya ke operator air bersih di Jakarta dari 16 m3 per detik menjadi 26 m3 per detik.“Kami menyambut positif rencana Perum Jasa Tirta II menaikkan pasokan air bakunya utuk operator air bersih di Jakarta, dengan harapan dapat diikuti dengan kelancaran pasokan dan kualitas air yang semakin baik,” ujarnya.Dia berharap pemasokan air baku untuk kebutuhan air bersih di Jakarta tidak diperlakukan seperti halnya untuk irigasi sawah tanpa mempehatikan dampak yang ditimbulkan jika mengalami penurunan volume atau kualitasnya.Penurunan volume secara tiba-tiba, lanjutnya, berpotensi mengganggu kegiatan produksi dan distribusinya kepada pelanggan di Ibu Kota dan penurunan kualitas air baku berdampak menambah beban biaya produksi menjadi tidak efisien.Sementara itu Direktur Operasi Aetra Lintong Hutasoit mengatakan jumlah pelanggan Aetra telah meningkat 43,8% dari 268.000 pada awal masa kerja sama pada 1998 menjadi 385.377 pelanggan hingga Juni 2011.“Dengan demikian cakupan pelayanan Aetra hingga akhir tahun lalu mencapai 59,98% dengan perkiraan telah mencakup 2,7 juta warga di wilayah operasional kami,” ujarnya.Dia juga menjelaskan volume produksi air bersih Aetra meningkat dari 104,5 juta m3 pada awal kerja sama 1998 menjadi 136,7 juta m3 pada Juni 2011 dan tingkat kehilangan air dari 57,5% menjadi 47%.Pencapaian Aetra tersebut akan terus ditingkatkan, imbuh Lintong, melalui berbagai upaya efisiensi dan kesepakatan dengan Perusahaan Daerah Air Minum DKI  Jakarta dalam kesepahaman master plan yang dapat menguntungkan semua pihak.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top