Pernyataan pra efektif IPO Atlas Energy segera keluar

JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keungan (Bapepam LK) memastikan pernyataan pra efektif atas rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT Atlas EnergyResources akan keluar pada pekan depan.Kepala Biro Sektor Riil
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 17 September 2011  |  11:58 WIB

JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keungan (Bapepam LK) memastikan pernyataan pra efektif atas rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT Atlas EnergyResources akan keluar pada pekan depan.Kepala Biro Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan mengatakan sebenarnya pernyataan pra efektif sudah bisa dikeluarkan pada minggu lalu. "Tapi karena pihak Atlasnya punya jadwal prospektusnya minggu depan, ya kami menyesuaikan dengan itu," katanya, kemarin.Dia menerangkan dengan adanya pernyataan pra efektif tersebut, Atlas dapat segera menerbitkan prospektus ringkas, melakukan kegiatan paparan publik, dan melakukan bookbuilding (pembentukan harga).PT Atlas Energi Resources merupakan perusahaan tambang yang memiliki operasional tambang di Kalimantan Timur, Sumatra Selatan dan Papua. Dalam hajatan yang ditargetkan terealisasi pada semester kedua ini, perseroan berencana melepas sekitar 17% sahamnya ke publik.Perseroan pun telah menunjuk UBS Securities dan PT Indo Premiere Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. "Kalau untuk pernyataan efektifnya, itu tergantung jadwal mereka dankesiapan mereka," tambah Anis.Seperti diketahui, sekitar 15 emiten telah mencatatkan saham perdana di BEI pada tahun ini, di antaranya PT Garuda Indonesia Tbk, PT Metropolitan Land Tbk, dan yang terakhir PT Star Petrochem Tbk.Selain Atlas, Bapepam juga tengah menggodok rencana IPO beberapa calon emiten, antara lain PT SMR Utama yang akan melepas sekitar 500 juta saham, PT ABM Investama 2,75 miliar saham, PT Golden Miner Energy 20%-30% saham, dan PT Visi Media Asia yang akan melepas 2,28 miliar saham ke publik.Tahun lalu, sebanyak 22 emiten baru melantai di bursa, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 12 emiten. Tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia menargetkan sebanyak 25 emiten.Berdasarkan catatan Bisnis, Bapepam-LK sampai saat ini sudah memberikan 51 pernyataan efektif di tengah pengaruh sentimen global yang menerpa pasar modal. Seluruh aksi korporasi IPO, right issue, dan emisi surat utang itu mencapai Rp62,9 triliun.Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito sebelumnya mengatakan minat calon emiten melakukan IPO masih tinggi, meski ada ketakutan terhadap krisis di Amerika Serikat dan Eropa. Indonesia, menurut dia, memiliki indikator ekonomi lebih baik yang menjadi daya tarik bagi investor asing.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top