'Konsumen apartemen di Singapura lebih terlindungi'

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 September 2011  |  17:41 WIB

 

JAKARTA: Konsumen apartemen dan kondominium di Singapura lebih terlindungi, karena Singapura melindungi dan menjamin konsumen asing dengan berbagai aturan yang lebih tertib
 
Arief Rahardjo, Kepala Riset PT Cushman and Wakefiled Indonesia, mencontohkan uang muka atau tanda jadi dari konsumen tidak diberikan kepada pengembang, melainkan disimpan dalam akun khusus di perbankan. 
 
"Dana pembelian baru bisa dicairkan oleh pengembang jika produk properti sudah rampung 100%," ujarnya kepada Bisnis.
 
Mekanisme ini, mampu melindungi konsumen asing jika terjadi gagal proyek, atau keterlambatan pembangunan.
 
Di Indonesia, uang muka dan biaya tanda jadi sepenuhnya dikuasai pengembang. Bahkan uang muka bisa hangus jika konsumen membatalkan pembeliannya. Sebaliknya, tidak aturan yang mengatur pengembang harus membayar ganti rugi jika terjadi keterlambatan pengerjaan proyek.
 
"Masalah-masalah seperti ini juga sangat menentukan keputusan pembelian properti oleh konsumen asing," katanya.
 
Selain itu, kata Arief, tingkat kenaikan harga apartemen di Singapura lebih fluktuatif sehingga menarik untuk investasi. Sejak krisis global 2008, harga apartemen di Singapura lambat naik dan dimanfaatkan oleh orang asing untuk membeli hunian.
 
Data yang diperoleh Bisnis dari perusahaan riset properti PT Cushman and Wakefiled Asia Pacific yang berbasis di Singapura menunjukkan warga asing termasuk penduduk tetap mendominasi pembelian apartemen dan kondominium di Negeri Singa itu.
 
Hingga semester I/2011 total apartemen yang dibeli oleh warga asing untuk berbagai tipe mencapai 14.154 unit. Adapun porsi pembeli warga Singapura sendiri hanya 9.131 unit, kemudian warga asing yang sudah berdomisili tetap di Singapura sebanyak 4.660 unit serta dari kalangan perusahaan sebanyak 363 unit.
 
"Warga asing mendominasi pembelian apartemen di Singapura, Warga China dan Indonesia menempati urutan pertama dan kedua," ujar Ong Kah Seng Senior Manager  Research Asia Pacific Cushman & Wakefield menjawab pertanyaan Bisnis melalui surat elektronik hari ini.
 
Dari total unit apartemen yang dibeli sepanjang semester pertama 2011, Indonesia sebenarnya menempati urutan ketiga sebanyak 764 unit, di bawah pembeli asal China yang 1.213 unit dan Malaysia 947 unit.
 
Namun, jika di lihat dari tipe dan jenis apartemen, pembeli Indonesia dan China mendominasi di segmen kelas atas atau apartemen mewah seharga dia atas S$5 juta per unit. Angka ini 60% dari nilai transaksi penjualan apartemen seluruh tipe. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top