Pembatasan BBM bersubsidi bisa amankan subsidi

JAKARTA: Kementerian Keuangan memperkirakan volume BBM bersubsidi tidak akan melampaui kuota 38,6 juta kilo liter pada tahun ini jika kebijakan pembatasan konsumsinya jadi diterapkan per 1 Juli oleh Kementerian ESDM. Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  09:22 WIB

JAKARTA: Kementerian Keuangan memperkirakan volume BBM bersubsidi tidak akan melampaui kuota 38,6 juta kilo liter pada tahun ini jika kebijakan pembatasan konsumsinya jadi diterapkan per 1 Juli oleh Kementerian ESDM. Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menuturkan pihaknya menyambut baik rencana uji coba pembatasan BBM bersubsidi di Jawa oleh Kementerian ESDM per 1 Juli, meski lebih lambat dari rencana awal pada 1 April. Dia menuturkan kebijakan tersebut direkomendasikan segera dilakukan agar alokasi anggaran subsidi sekitar Rp200 triliun lebih efektif penggunaannya. Kalau nanti BBM bersusbidi bisa dibatasi mulai 1 Juli, dan berlakunya mulai di Jawa seperti yang disampaikan Menter ESDM, itu [volume BBM bersubsidi] bisa terjaga pada 38,6 juta kilo liter, ujarnya di kantornya, hari ini. Menurut dia, Kementerian ESDM bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Pertamina telah melakukan pemetaan jenis BBM dan kendaraan sebagai objek pembatasan. Agus mengatakan khusus di Jawa, konsumsi premium dan solar oleh kendaraan pribadi dan motor cukup besar, sehingga perlu dibatasi segera. Penggunaannya (premium dan solar di Pulau Jawa) bukan mayoritas untuk kendaraan transportasi yang sehubungan dengan perdagangan atau industri. Dan juga hal ini kami yakin sudah dipelajari oleh Menteri ESDM bersama dengan BPH Migas dan Pertamina, bagaimana melakukan upaya pembatasan BBM bersubsidi, katanya. (luz)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top