Indef: Proses di DPR hambat penyerapan anggaran

JAKARTA: Lambannya proses pembahasan anggaran di tingkat parlemen dinilai menjadi salah satu penyebab masalah rendahnya penyerapan APBN.
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 26 Desember 2010  |  03:46 WIB

JAKARTA: Lambannya proses pembahasan anggaran di tingkat parlemen dinilai menjadi salah satu penyebab masalah rendahnya penyerapan APBN.

Institute for Development of Economics and Finance Indonesia dalam buku proyeksi Ekonomi Indonesia 2011 menyatakan pembahasan anggaran semestinya sudah final sampai rincian alokasi anggaran pada Desember. Mulai Januari masing-masing kementerian sudah siap melaksanakan program kerja masing-masing.

"Proses persetujuan anggaran antara pemerintah dan DPR berlangsung lama dan penuh intrik," tulis hasil outlook itu yang diluncurkan pada Kamis pekan ini.

Pada kenyataannya, menurut Indef, persetujuan APBN pada Desember masih terbatas pada besarnya pagu masing-masing kementerian/lembagapadahal detil rincian penggunaan anggarannya tak jarang masih dibahas dengan DPR pada Januari sampai Maret. "Alhasil anggaran yang telah disusun terpaksa terlambat dieksekusi."

Terjadinya keterlambatan tersebut dinilai akibat kontribusi keduabelah pihak di mana pada satu sisi anggara yang diajukan pemerintah banyak yang tidak tepat sasaran, sementara dari sisi DPR tak jarang banyak konflik kepentingan.

Menanggapi pernyataan itu, Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menilai pernyataan yang disampaikan oleh Indef tersebut juga pernah disampaikan oleh beberapa Menteri. "Jadi Indef ini sudah kayak menteri, padahal mereka tidak paham mekanisme pembahasan APBN," tegasnya saat dihubungi Bisnis hari ini.Menurutnya, waktu pembahasan yang dimiliki oleh pemerintah dalam menyusun APBN jauh lebih banyak ketimbang waktu pembahasan yang dimiliki DPR. "Waktu pembahasan pemerintah dari mulai tingkat kecamatan sampai nasional itu dari Desember sampai April, sementara di DPR itu cuma Mei-Juni itupun sifatnya masukan. Jadi jauh lebih lama di pemerintah," jelasnya.

Selain masalah lamanya proses pembahasan anggaran di parlemen, Indef juga menyebutkan faktor lain penyebab rendahnya penyerapan anggaran adalah lemahnya perencanaan anggaran oleh pemerintah, siklus waktu tahun anggaran yang pendek, dan lambatnya proses tender. (mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top