DPR evaluasi kinerja penerimaan pajak

JAKARTA:Komisi XI DPR mengaku kecewa dengan tren kinerja Direktorat Jenderal Pajak dalam mengumpulkan setoran pajak selama dua tahun terakhir.
Yoseph Pencawan - nonaktif | 26 Desember 2010 04:35 WIB

JAKARTA:Komisi XI DPR mengaku kecewa dengan tren kinerja Direktorat Jenderal Pajak dalam mengumpulkan setoran pajak selama dua tahun terakhir.

Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan Komisi XI DPR akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait kinerja Ditjen Pajak tersebut. Evaluasi juga sekaligus untuk menyikapi hasil audit kinerja Ditjen Pajak yang telah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)."Kami adalah termasuk yang kecewa atas kinerja Ditjen Pajak yang cenderung menurun itu. Januari nanti kami akan agendakan pleno Komisi," katanya kepada Bisnis hari ini.Komisi XI DPR, lanjutnya, akan mengevaluasi sistem pemberian remunerasi di lingkungan Ditjen Pajak terhadap produktivitas, integritas, dan pelayanan terhadap wajib pajak. "Kita harus semakin mampu melihat apa yang penjadi penyebab dari menurunnya kinerja Ditjen Pajak," jelasnya.Data Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) periode 2006-2009 yang sudah diaudit BPK menunjukkan tren kinerja Ditjen Pajak dalam mengumpulkan setoran pajak nonmigas cenderung berfluktuatif dan ada kecenderungan menurun sejak 2 tahun terakhir.

Pada 2006 realisasi penerimaan pajak nonmigas mencapai 94,3% dari target dalam APBNP pada tahun yang sama, sedangkan pada 2007 naik menjadi 96,7%, dan naik lagi menjadi 102,7% pada 2008. Namun pada 2009 terjadi penurunan realisasi pendapatan yang cukup drastis dari melewati target menjadi 93,6%.

Secara khusus, Harry menyoroti kinerja ekstensifikasi perpajakan yang dianggap masih jauh dari potensi yang ada. "Ditjen Pajak selalu menghindar kalau disuruh masuk ke wilayah baru seperti hutan rimba. Akibatnya kasihan yang diintenfisikasi, wajib pajak yang ada di buru terus," ujarnya.

Padahal, lanjutnya, konsep UU Perpajakan yang baru didesain untuk menjaring sebanyak-banyaknya basis pajak baru dengan menurunkan tarif pajak. "Nampaknya sistem belum terbentuk, orang-orang Ditjen pajak belum siap melakukannya," katanya.

Sementara itu, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Iqbal Alamsjah mengatakan Ditjen Pajak selalu berusaha yang terbaik untuk mengumpulkan pundi-pundi penerimaan negara dari pajak. "Jangan hanya dilihat dari sudut pandang dalam menilai kinerja Ditjen Pajak," ujarnya singkat. (mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top