Investasi hulu migas 2011 capai US$13,8 miliar

JAKARTA: Sebanyak 219 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) minyak dan gas bumi mengajukan rencana investasinya tahun depan senilai US$13,8 miliar dengan sekitar 10% di antaranya diperuntukkan bagi kegiatan eksplorasi.
News Editor | 19 Desember 2010 07:41 WIB

JAKARTA: Sebanyak 219 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) minyak dan gas bumi mengajukan rencana investasinya tahun depan senilai US$13,8 miliar dengan sekitar 10% di antaranya diperuntukkan bagi kegiatan eksplorasi.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi R. Priyono mengatakan berdasarkan hasil evaluasi BP Migas terhadap program kerja dan anggaran (work program and budget) 2011 yang diajukan KKKS, tercatat komitmen investasi hulu migas yang siap mengalir mencapai US$13,8 miliar.

Menurut dia, kendati nilainya masih relatif lebih kecil, investasi untuk kegiatan eksplorasi tahun depan tercatat melonjak 100%, yaitu rata-rata meningkat menjadi 10% dari total belanja yang direncanakan oleh setiap KKKS.

Investasinya sekitar US$13,8 miliar. Eksplorasi meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 4%--5%. Sekarang hampir mencapai 10%, katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Priyono mengungkapkan peningkatan kegiatan eksplorasi itu terjadi setelah adanya penekanan yang dilakukan oleh Badan Pelaksana untuk meningkatkan cadangan migas di Tanah Air yang cenderung terus menyusut. Itu setelah kami tekankan ke KKKS, jika memang tidak bisa naik [investasi di bidang eksplorasi], posisi VP Perencanaan dihapus saja tahun depan [2011]. Ternyata itu cukup efektif.

Pada 1 Januari 2009, cadangan minyak terbukti Indonesia mencapai 4,3 miliar barel atau naik 12,8% dari posisi 2008 yang sebesar 3,75 miliar barel. Dengan tingkat pengurasan sebesar 8% per tahun, peningkatan cadangan terbukti atau P1 tersebut dinilai banyak pihak tidak cukup berarti, apalagi hal itu tidak dibarengi dengan peningkatan cadangan P2 dan P3 yang justru menyusut 17%.

Deputi Perencanaan BP Migas Haposan Napitupulu mengungkapkan dari total 245 KKKS yang beroperasi di Indonesia, terdapat 219 KKKS yang mengajukan persetujuan WP&B pada 2011. Dari jumlah itu, katanya, 66 KKKS merupakan kontraktor produksi, dan 179 kontraktor eksplorasi. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top