Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

The Fed Makin ’Ogah’ Buru-Buru Pangkas Suku Bunga, Ini Buktinya

Pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed semakin menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Logo Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Selasa (23/8/2022). Bloomberg/Graeme Sloan
Logo Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Selasa (23/8/2022). Bloomberg/Graeme Sloan

Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed semakin mengecilkan ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Melansir Bloomberg, Jumat (19/4/2024), Presiden The Fed wilayah Atlanta Raphael Bostic mengatakan dia merasa nyaman dengan mempertahankan suku bunga untuk saat ini dan memperkirakan suku bunga baru mungkin dipangkas pada akhir 2024.

Bostic mengatakan bahwa ia masih yakin inflasi berada di jalur yang tepat menuju target 2% bank sentral, namun ia mencatat bahwa jalur tersebut kemungkinan akan lebih lambat daripada yang diperkirakan. Bostic memperkirakan hanya satu penurunan suku bunga tahun ini.

"Inflasi tinggi - terlalu tinggi - dan kita harus mencapai target 2%. Saya merasa nyaman untuk bersabar,” kata Bostic di Fort Lauderdale, seperti dilansir Bloomberg.

Bostic, yang memiliki hak suara kebijakan moneter The Fed tahun ini, mengatakan bahwa ia akan terus memantau pertumbuhan lapangan kerja dan kenaikan upah yang disesuaikan dengan inflasi.

"Saat ini, di mana sikap kami - saya pikir adalah sikap yang membatasi - akan memperlambat ekonomi dan pada akhirnya membawa kita ke 2%. Namun saya tidak terburu-buru untuk sampai ke sana jika semua hal baik ini terjadi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan berbeda Bostic mengatakan bahwa jika inflasi mulai bergerak ke arah yang berlawanan dengan target The Fed, bank sentral tidak akan memiliki pilihan lain selain merespons hal tersebut.

"Saya harus terbuka untuk menaikkan suku bunga," tambahnya.

The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan akhir April mendatang, setelah inflasi terbukti bertahan dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Pada Selasa, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan inflasi yang terus-menerus berarti akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya untuk mendapatkan kepercayaan diri yang cukup untuk menurunkan suku bunga.

Pasar sekarang memperkirakan hanya satu hingga dua penurunan suku bunga tahun ini, jauh dari perkiraan pada awal 2024 sebanyak enak kali, dan tiga yang diperkirakan oleh para pejabat Fed sebulan lalu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper