Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Konflik Iran vs Israel, Sri Mulyani dan Menkeu G20 Kumpul di Washington DC

Sri Mulyani bersama Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 berada di Washington DC. Apa agendanya?
Menkeu Sri Mulyani memberikan kata sambutan dalam High-Level Event di Brookings Institution,Washington, D.C (16/04). Dok Biro KLI Kemenkeu
Menkeu Sri Mulyani memberikan kata sambutan dalam High-Level Event di Brookings Institution,Washington, D.C (16/04). Dok Biro KLI Kemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Sentral yang tergabung dalam kelompok G20 tengah berkumpul di Washington, D.C. untuk membahas sejumlah masalah di dunia, termasuk perang yang terjadi antara Iran dan Israel.  

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan dalam unggahan di Instagram @smindrawati bahwa pertemuan tersebut berlangsung bersamaan dengan Spring Meeting World Bank and International Monetary Fund (IMF).  

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menyampaikan nantinya akan dibahas mengenai kondisi perekonomian global regional dan nasional yang berubah sangat banyak pada hari-hari ke depan.  

Hal ini sejalan dengan adanya pertempuran geopolitik di Timur Tengah dan juga ketegangan yang terjadi di berbagai belahan dunia yang dampaknya sangat besar terhadap perekonomian global. Utamanya dampak dari sisi harga komoditas, nilai tukar, maupun dari sisi inflasi dan suku bunga global.  

“Ini merupakan waktu yang sangat critical bagi menteri-menteri keuangan G20 dan dalam pembangunan,” ujarnya, dikutip Rabu (17/4/2024). 

Sri Mulyani yang sudah sampai di Ibu Kota Amerika Serikat (AS) sejak Selasa (16/4/2024) siang, terlebih dahulu bertemu dengan Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa untuk berbincang mengenai Energy Transition Mechanism (ETM) dan juga rencana ke depan dari ADB.

Adapun, pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 baru akan berlangsung pada Rabu (17/4/2024) pukul 09.00 waktu setempat. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Janet Yellen bahkan mengumumkan bahwa akibat dari ketidakpastian geopolitik ini menyebabkan kenaikan harga minyak mentah. 

Yellen juga menyampaikan sanksi baru yang akan diberikan kepada Iran berupaya untuk memangkas kapasitas Iran dalam mengekspor minyak. 

“Sehubungan dengan sanksi, saya sepenuhnya berharap bahwa kami akan mengambil tindakan sanksi tambahan terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang,” ujar Yellen dikutip dari Reuters, Rabu (17/4/2024). 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper