Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menteri ESDM Bakal Masukan Mineral Lain ke Simbara, Cegah Korupsi Timah

Pemasukan beberapa mineral ke dalam platform Simbara bertujuan untuk antisipasi adanya kasus korupsi di sektor Minerba, khusunya timah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif di Kementerian ESDM, Jumat (4/8/2023)./ BISNIS - Lukman Nur Hakim
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif di Kementerian ESDM, Jumat (4/8/2023)./ BISNIS - Lukman Nur Hakim

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bakal memasukan mineral lain dalam Sistem Informasi Mineral dan Batubara Kementerian/Lembaga atau Simbara.

Pemasukan beberapa mineral ke dalam platform Simbara ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi adanya kasus korupsi di sektor Minerba, khusunya timah.

Saat ini, pada platfom Simbara baru batu bara saja yang masuk kedalam sistem tersebut. Maka dari itu, Arifin menyampaikan bahwa pihaknya bakal memasukan Nikel dan mineral lainnya ke Simbara.

“Ya itu (Simbara) memang kita haruskan baru batu bara. Karena baru mau masuk nikel, dan segera kita masukin lagi yang lain-lain, mineral yang lain,” kata Arifin saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (5/4/2024).

Dengan masuknya beberapa mineral lainnya ke Simbara, Arifin menyampaikan nantinya mineral tersebut akan ketahuan dari mana asal dan perginya.

Selain itu, mineral yang masuk ke Simbara akan tercatat dengan baik karena ada sistem yang mengaturnya.

Namun, saat ini pihak ESDM masih terus membenahi data data mineral yang ada untuk masuk ke Simbara agar data yang dikelola adalah data valid.

“Sejak dari daerah ke pusat ini kan tuh yang banyak yang harus dibenahin. Iya, data-datanya. Itu harus kita sempurnakan,” ujarnya.

Adapun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut platform Sistem Informasi Mineral dan Batubara Kementerian/Lembaga (Simbara) merupakan jawaban untuk mengatisipasi adanya korupsi di sektor Minerba, khusunya timah.

Diketahui, korupsi pada sektor timah menjadi buah bibir setelah terkuaknya dugaan korupsi timah di wilayah IUP PT Timah Tbk (TINS) yang menyebabkan kerugian negara pada sektor ekologis senilai Rp271 triliun.

Luhut menyampaikan, pemerintah sedang mendorong sistem digitalisasi sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) agar terintegrasi dengan baik.

Digitalisasi ini nantinya akan membuat komoditas timah yang masuk pada sistem digitalisasi tersebut bisa terlacak segala proses dari pertambangan dari awal hingga akhir.

“Kasus Timah ini memang pembelajaran buat kita semua. Jujur kita mungkin agak terlambat mendigitalisasi hampir semua dengan Simbara. Semua kementerian kita dorong untuk digitalisasi dan itu kita link-in pada Simbara ini,” kata Luhut dalam akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan dikutip, Jumat (5/4/2024).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper