Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Badan Bank Tanah Kembangkan Wilayah Sekitar IKN

Badan Bank Tanah mendukung pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memaksimalkan pemanfaatan tanah hak pengelolaannya di wilayah Penajam Paser Utara.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres pembangunan Kantor Presiden di Kawasan IKN, Kalimantan Timur, Jumat (1/3/2024) - Dok. Humas Setkab/Ibrahim.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres pembangunan Kantor Presiden di Kawasan IKN, Kalimantan Timur, Jumat (1/3/2024) - Dok. Humas Setkab/Ibrahim.

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Bank Tanah menyiapkan konsep perencanaan tata ruang di kawasan sekitar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).

Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja menjelaskan sejumlah tanah kelolaannya di wilayah IKN Nusantara bakal menjadi bagian dari proyek pengembangan IKN. Dia menerangkan proyek Bandara VVIP IKN dan Jalan Tol Seksi 5B yang dibangun di atas Hak Pengelolaan lahan (HPL) Badan Bank Tanah. Sejumlah area juga menjadi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

"Kita sudah alokasikan 1.873 Ha untuk Reforma Agraria, terkait ganti rugi tanam tumbuh masyarakat yang terdampak juga telah diselesaikan oleh Tim Terpadu yang dibentuk oleh Pemprov Kaltim," ujar Parman, dikutip Jumat (8/3/2024).

Badan Bank Tanah telah menyiapkan lahan relokasi bagi warga Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur yang terkena proyek pembangunan Bandar Udara (Bandara) Naratetama atau Bandara VVIP IKN untuk prasarana penunjang transportasi Kota Nusantara, sebagai komitmen mendukung pembangunan bandara ini.

"Kami sudah siapkan lahan relokasi untuk warga terdampak proyek bandara melalui program reforma agraria," katanya.

Penyiapan lahan relokasi itu merupakan bentuk komitmen Badan Bank Tanah, kata dia lagi, dalam mendukung pembangunan Bandara Naratetama dengan memperhatikan masyarakat sekitar yang terkena dampak pembangunan.

Kepala Badan Bank Tanah juga memberikan apresiasi terhadap telah disalurkannya santunan tanam tumbuh tahap satu dari pemerintah pusat kepada warga yang terkena proyek Bandara Naratetama itu.

"Kerja sama semua pihak berikan dampak yang positif bagi pembangunan proyek strategis nasional (PSN) yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat," kata Parman.

Bandar Udara Naratetama yang menjadi prasarana penunjang transportasi Kota Nusantara itu, dibangun di wilayah Kelurahan Pantai Lango dan Gersik, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Warga terdampak proyek pembangunan Bandara Naratetama tidak hanya mendapat santunan tanam tumbuh, menurut Pimpinan Proyek Badan Bank Tanah Kabupaten Penajam Paser Utara Syafran Zamzami, tetapi juga lahan pengganti yang berlokasi di luar area bandara.

Badan Bank Tanah telah menyiapkan lahan dengan luas 400 hektare untuk relokasi warga yang terdampak proyek Bandara Naratetama, lahan itu merupakan bagian dari 1.873 hektare lahan program reforma agraria yang dijalankan Bank Tanah.

"Kami siapkan jalan di kawasan lahan relokasi program reforma agraria, jadi sudah ada akses yang berikan manfaat pada nilai tanah warga," tambahnya.

Reforma agraria tidak hanya memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga sehingga tercapai keuntungan atau manfaat berupa kemakmuran bagi warga.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa pembangunan di HPL Badan Bank Tanah akan sangat mendukung perekonomian masyarakat dan juga wilayah di sekitarnya. Dirinya menyampaikan telah meminta jajarannya mendukung Badan Bank Tanah dalam rangka percepatan perolehan tanah, khususnya untuk mendukung IKN.

"Salah satu yang bisa kita laporkan saat ini bank tanah yang bisa mendukung di kawasan IKN ada 4.000 sekian hektare yang kita siapkan menjadi Bank Tanah, 300 sekian hektare disiapkan untuk bandara, sedangkan yang lain di sekitarnya menjadi supporting system yang menjadi kebutuhan bagi otoritas IKN," jelasnya.

Sebagai informasi, HPL Badan Bank Tanah yang berada di kawasan PPU adalah seluas 4.162 Ha. Dari jumlah tersebut, Badan Bank Tanah telah mengalokasikan lahan seluas 347 Ha untuk pembangunan Bandara VVIP IKN, Jalan Tol IKN Seksi 5B seluas 150 Ha, Reforma Agraria seluas 1.873 Ha dan sisanya untuk kepentingan sosial, pemerataan ekonomi dan untuk kepentingan pembangunan nasional.

Adapun komite dari Badan Bank Tanah yakni Menteri ATR/Kepala BPN, Menteri Keuangan dan Menteri PUPR. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyambut baik upaya-upaya yang telah dilakukan Badan Bank Tanah. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap, masterplan yang telah dibuat akan semakin mendukung kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Ini lokasinya sangat mendukung IKN dan juga Balikpapan ya," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper