Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Australia akan Dirikan Fasilitas Pembiayaan Investasi Asia Tenggara Rp20,4 Triliun

Australia akan mendirikan Fasilitas Pembiayaan Investasi Asia Tenggara senilai A$2 miliar atau sekitar Rp20,4 triliun serta sejumlah inisiatif lainnya.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikam paparan saat menjadi pembicara utama pada hari kedua ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) 2023 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (6/9/2023)../Media Center KTT ASEAN 2023
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikam paparan saat menjadi pembicara utama pada hari kedua ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) 2023 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (6/9/2023)../Media Center KTT ASEAN 2023

Bisnis.comJAKARTA - Australia memutuskan untuk mendirikan Fasilitas Pembiayaan Investasi Asia Tenggara senilai A$2 miliar atau sekitar Rp20,4 triliun  yang dikelola oleh lembaga Pembiayaan Ekspor Australia. 

Hal ini diumumkan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam pidatonya di CEO Forum pada KTT Khusus Asean-Australia 2024, Selasa (5/3/2024).

Albanese mengatakan bahwa hal tersebut dibangun atas bantuan teknis infrastrukturnya khususnya Program Kemitraan untuk Infrastruktur di mana pihaknya berkomitmen untuk memberikan dana tambahan sebesar A$140 juta dolar, atau sekitar Rp1,4 triliun.

“Hal ini akan mendukung upaya ASEAN dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur termasuk persiapan proyek tahap awal, dan mempercepat reformasi peraturan untuk menarik pembiayaan infrastruktur yang lebih beragam dan berkualitas,” terang Albanese. 

Pihaknya kemudian juga menunjuk sepuluh Business Champion, yakni pemimpin bisnis senior Australia. Mereka akan menjadi pendukung utama hubungan perdagangan dan investasi Australia dengan negara-negara di Asia Tenggara. 

Berikutnya, Australia juga  meluncurkan ‘Landing Pads’ baru di Jakarta, Indonesia dan Ho Chi Minh City di Vietnam sebagai pusat regional untuk mendorong ekspor teknologi Australia ke dua kawasan tersebut dan mendorong transformasi digital Asia Tenggara. 

“Kami telah melihat, dengan Landing Pad pertama kami di Singapura, bahwa model ini membantu bisnis meningkatkan teknologi mereka dan masuk ke pasar. Kami selalu mendengarkan kawasan ini dan merespons prioritas mereka,” terangnya. 

Negeri Kangguru tersebut juga  meningkatkan akses visa dengan masa berlaku yang lebih lama bagi wisatawan Asia Tenggara. Jika sebelumnya hanya tiga tahun, kini menjadi lima dan 10 tahun. 

Dikatakan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk menunjukkan negaranya yang terbuka untuk bisnis, pariwisata dan perdagangan. Ia juga menuturkan bahwa Australia ingin menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk bisnis. 

Sebagai catatan, nilai perdagangan dua arah antara Asean dan Australia pada 2022 tercatat lebih dari A$178 miliar atau sekitar Rp1.82 triliun, lebih besar dari perdagangan dua arah Australia dengan Jepang atau AS.

Kemudian, investasi dua arah antara Asean dan Australia juga bernilai US$307 miliar, atau sekitar Rp 3.139 triliun. 

“Namun kami ingin berbuat lebih banyak, untuk mendukung pertumbuhan regional dan mewujudkan keuntungan bersama,” jelasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper