Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Backlog Perumahan, Penyelamatan BPR Hingga War Tiket Kereta Lebaran

Ulasan tentang banyaknya kalangan menengah yang tak mampu memiliki rumah, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Minggu (25/2/2024).
Top 5 News. Sumber: Canva
Top 5 News. Sumber: Canva

Bisnis.com, JAKARTA — Memiliki rumah tentu menjadi sebuah impian bagi setiap orang. Namun, memang untuk kalangan tertentu memiliki rumah sulit terjangkau sehingga membutuhkan upaya yang luar biasa. Hal ini dikarenakan harga rumah yang terus melambung setiap tahunnya, yang tak seiring dengan perolehan pendapatan. 

Mahalnya harga rumah di kota besar Indonesia sebenarnya bukan kabar baru. Alih-alih harga rumah semakin terjangkau dan diikuti dengan peningkatan daya beli, kondisi yang terjadi justru sebaliknya. Harga rumah cenderung meningkat dan semakin menjadi momok saat memiliki papan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia.

Menurut 99 Group Indonesia, meski suku bunga kredit terbilang rendah, tetapi selalu ada potensi kenaikan harga properti terutama untuk residensial paling tidak sebesar 10% sampai 15% per tahun. 

Di sisi lain, kenaikan upah setiap tahunnya tak lebih dari 5%. Di tahun ini, kenaikan upah berkisar 2% hingga 4%. Di DKI Jakarta kenaikan UMP mencapai 3,6% menjadi Rp5,6 juta.

Ulasan tentang banyaknya kalangan menengah yang tak mampu memiliki rumah karena harga hunian melambung tiap tahunnya, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Minggu (25/2/2024):

 

Pusat Belanja Menadah Berkah Tingkat Kunjungan & Okupansi Momen Ramadan

Menjelang Ramadan dan di tengah kenaikan bahan kebutuhan pokok, kalangan bisnis pusat perbelanjaan atau mal optimistis tingkat kunjungan sampai dengan Ramadan dan Idulfitri di tahun ini akan bertumbuh. 

Namun, kemampuan belanja masyarakat kalangan menengah dan teratas terus menurun pada 2023. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, konsumsi rumah tangga pada kuartal IV tahun 2023 hanya tumbuh 4,47% secara tahunan yang turun dari kuartal III tahun 2023 yang tumbuh 5,06% secara tahunan dan kuartal IV tahun 2022 yang tumbuh 4,5% secara tahunan.

Sepanjang 2023, pertumbuhan konsumsi hanya 4,82%, lebih rendah dari 2022 sebesar 4,94% yang menjadi titik balik pemulihan ekonomi pascapandemi. Laju konsumsi itu juga jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang menyentuh 5,04%.

Ekonom senior Indef Aviliani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi secara umum pada 2024 akan sama seperti 2023 yang memang tidak cukup baik. Faktornya antara lain ketidakpastian atas kebijakan penurunan suku bunga dalam waktu dekat dan inflasi di negara maju yang masih cukup tinggi. 

Ketidakpastian itu membuat orang cenderung menahan belanja, di antaranya karena risiko depresiasi rupiah dan masih tingginya bunga utang.

 

Merajut Mimpi Masyarakat Berpenghasilan Pas-pasan Bisa Punya Rumah Idaman

Pemerintah telah berupaya agar seluruh kalangan masyarakat Indonesia ini bisa memiliki rumah pertama mereka. Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang perolehan penghasilan setiap bulannya di bawah Rp8 juta, pemerintah memberikan bantuan pembiayaan berupa Skema pembiayaan tersebut berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). 

Adapun, MBR yang memiliki penghasilan di bawah Rp8 juta dapat membeli rumah subsidi yang saat ini harganya berkisar Rp166 juta sampai Rp240 juta tergantung lokasi provinsi. Harga rumah subsidi di tahun ini mengalami kenaikan 1,2% daru tahun 2023 yang berada di rentang Rp162 juta sampai Rp234 juta.

Namun, untuk masyarakat yang berpenghasilan di atas Rp8 juta hingga Rp15 juta sendiri belum ada intervensi pemerintah agar segmen ini bisa memiliki rumah. Selama ini masyarakat berpenghasilan di atas Rp8 juta hingga Rp15 juta dianggap mampu untuk dapat membeli rumah. 

Kenyataannya, segmen ini tak bisa memiliki rumah karena mereka secara syarat penghasilan tidak bisa membeli rumah subsidi dan juga tak mampu membeli rumah komersial.

 

Skenario Industri Asuransi Tambah Kontribusi Premi Kendaraan Listrik

Industri asuransi berpeluang untuk memperbesar kontribusi premi untuk kendaraan listrik seiring dengan masifnya program kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Meskipun, saat ini pelaku usaha juga masih menunggu terkait aturan terkait tarif premi kendaraaan listrik, yang katanya bakal dikaji oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, sejumlah perusahaan asuransi umum juga sudah menyambut positif, beberapa telah meluncurkan produk asuransi khusus untuk kendaraan listrik.

Dengan adanya aturan tarif premi asuransi kendaraan listrik, sejumlah asuransi menerapkan skenario menyesuaikan dengan asuransi kendaraan konvensional. Misalnya saja, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Indonesia).

Sementara itu, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) atau Tugu Insurance menyampaikan bahwa sejauh ini, perusahaan tidak memiliki produk khusus untuk kendaraan listrik. Hal ini mengingat belum ada regulasi khusus tentang kendaraan listrik.

Perusahaan asuransi lainnya, PT Asuransi Cakrawala Proteksi juga menawarkan asuransi kendaraan listrik, baik untuk mobil listrik dan motor listrik.

 

'Penyelamatan' Kredit Macet BPR Dibayangi Ramainya Bank Bangkrut

Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) di industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) mengalami tren melandai usai diterpa berbagai masalah. Ragam cara juga dilakukan regulator dalam rangka penyehatan lembaga keuangan ini. 

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio NPL BPR pada Desember 2023 berada di level 9,87%, susut 65 basis poin (bps) dari bulan sebelumnya sebesar 10,52% pada November 2023. Total nilai kredit bermasalah di BPR mencapai Rp13,89 triliun per Desember 2023.BPR telah menyalurkan kredit Rp140,79 triliun pada akhir Desember 2023.

Adapun, capaian kinerja BPR tersebut semakin mendekati posisi Juli 2023, di mana NPL BPR sebesar 9,79% dengan total nilai kredit bermasalah Rp13,35 triliun. Jika diperinci, NPL BPR memang berada dalam tren yang melambat, di mana rasio kredit bermasalah pada Agustus mencapai 10,13%, lalu September 10,05% dan Oktober 10,35%.

Secara tahunan, rasio kredit bermasalah membengkak dari 7,89% pada 2022 menjadi 9,87% pada 2023. Ketua Umum Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Tedy Alamsyah mengatakan secara industri terjadi perbaikan rasio kredit bermasalah.

 

Cara Kerja Sistem Baru Pembelian Kereta Mudik Lebaran Layaknya ‘War’ Tiket

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah membuka penjualan tiket kereta api pada periode angkutan lebaran 2024 mulai 15 Februari 2024 atau H-45. 

Yang terbaru adalah PT KAI mulai menggunakan sistem antrean layaknya 'war' tiket konser untuk penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk angkutan lebaran tahun ini.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan, sistem antrean ini merupakan inovasi terbaru perseroan untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang. 

Fitur sistem antrean atau waiting room adalah sistem antrean online yang diterapkan oleh KAI pada aplikasi Access by KAI dan website booking.kai.id pada saat pemesanan tiket untuk mengatur aliran pemesanan tiket secara lebih terorganisir, terutama pada saat trafik pemesanan tinggi. 

Saat penumpang mengakses aplikasi Access by KAI atau website booking kai.id untuk pemesanan tiket kereta pada periode sibuk, maka pelanggan akan dimasukkan ke dalam waiting room

Pelanggan kemudian akan mendapatkan nomor antrean dan harus menunggu giliran untuk dapat mengakses sistem pemesanan tiket. Dia menuturkan, waktu tunggu bisa bervariasi tergantung pada jumlah pengguna yang sedang online.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nurbaiti
Editor : Nurbaiti
Sumber : Bisnisindonesia.id
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper