Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mantul! Airlangga Sebut Selangkah Lagi RI Bakal jadi Anggota OECD

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan selangkah lagi Indonesia bakal jadi anggota OECD.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann yang hadir dalam diskusi secara langsung di kantor Kemenko Perekonomia, Selasa (20/2/2024). Dok Kemenko Perekonomian RI
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann yang hadir dalam diskusi secara langsung di kantor Kemenko Perekonomia, Selasa (20/2/2024). Dok Kemenko Perekonomian RI

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah Indonesia menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) semakin dekat setelah OECD secara resmi membuka diskusi aksesi dengan pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.  

Airlangga berharap langkah Indonesia bergabung dengan OECD menjadi katalisator untuk mendorong peningkatan pendapatan per kapita Indonesia. 

Selain itu, keanggotaan Indonesia dan penyelarasan peraturan dengan standar OECD juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat umum, seperti meningkatkan nilai investasi, mendorong UMKM menjadi pemain global, hingga meningkatkan kualitas SDM.

”Kami juga berharap agar aksesi OECD bisa mendukung program prioritas Pemerintah Indonesia, antara lain ekonomi hijau, digitalisasi, pengembangan SDM, good governance, dan mendorong Indonesia segera lepas dari middle-income trap,” ungkap dalam keterangan resmi, Rabu (21/2/2024).   

Sejauh ini, Airlangga mencatat telah menerima dukungan tertulis terhadap proses aksesi Indonesia ke OECD dari Australia, Jepang, Jerman, dan Slovakia.

Sementara rancangan penyusunan peta jalan aksesi untuk proses tinjauan teknis, lanjutnya, akan disiapkan bersama dengan pemerintah Indonesia untuk dipertimbangkan oleh Dewan OECD pada pertemuan selanjutnya. 

Hal tersebut sejumlah isu prioritas seperti perdagangan terbuka dan investasi, tata kelola publik, integritas dan upaya anti-korupsi, serta perlindungan lingkungan dan upaya mengatasi perubahan iklim. 

Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann yang hadir dalam diskusi secara langsung di kantor Airlangga, Selasa (20/2/2024), mengungkapkan keputusan untuk membuka diskusi aksesi juga menjadi kelanjutan dari peningkatan keterlibatan dan kerja sama Indonesia sebagai salah satu negara Mitra Utama OECD sejak 2007. 

OECD pun hingga kini telah menjadi mitra strategis Pemerintah dalam upaya melahirkan kebijakan nasional yang progresif dan globally accepted.  

Cormann menyampaikan bahwa keputusan Indonesia untuk menjadi anggota OECD mencatatkan sejarah. Pasalnya, pengajuan dari Indonesia adalah yang pertama di Asia Tenggara, salah satu kawasan dengan pertumbuhan paling dinamis di dunia. 

“Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia adalah pemain global yang signifikan, memberikan kepemimpinan yang penting di kawasan ini dan sekitarnya,” ungkapnya. 

Cormann berpandangan melalui diskusi aksesi, OECD berharap akan dapat memberikan dukungan bagi Indonesia dalam melanjutkan upaya reformasi untuk mencapai visi menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita minimal US$30.300 pada 2045. 

Di samping itu, Cormann yang juga mantan Menteri Keuangan Australia (2013-2020) berharap bahwa keterlibatan Indonesia dalam proses aksesi tersebut juga akan membantu memperkuat relevansi dan dampak global OECD.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper