Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ESDM Lelang 280.000 Jaringan Gas di Kota Batam Juli 2024

Kementerian ESDM bakal membuka lelang pembangunan jaringan gas (jargas) untuk wilayah Kota Batam pada Juli 2024 mendatang.
Warga memperlihatkan jaringan gas rumah tangga di kawasan Depok, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023)/Bisnis-Arief Hermawan P
Warga memperlihatkan jaringan gas rumah tangga di kawasan Depok, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023)/Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal membuka lelang pembangunan jaringan gas (jargas) skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) untuk wilayah Kota Batam pada Juli 2024 mendatang. 

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, skema KPBU jargas di Kota Batam ditargetkan dapat membangun 280.000 sambungan rumah tangga (SR) nantinya. 

Saat ini, kata Laode, perencanaan lelang Jargas di Kota Batam masih tahap outline business case (OBC).

“Lelang atau prakualifikasi di Juli 2024, dan konstruksi April 2025,” kata Laode saat dikonfirmasi, Minggu (18/2/2024). 

Kendati demikian, Laode mengatakan, kebutuhan investasi untuk pembangunan jargas itu masih dikaji sebelum memasuki masa pelelangan. 

“Masih dalam kajian untuk kebutuhan investasinya, belum selesai,” kata dia. 

Di sisi lain, Kementerian ESDM berencana membuka lelang internasional untuk mengakselerasi pembangunan jargas yang telah lama melempem. 

Sebelum keran investasi swasta dibuka lebar, pemerintah lebih dahulu mematangkan muatan KPBU dalam revisi Perpres Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil. 

Lewat Perpres anyar ini, investasi swasta bakal dibuka selebar-lebarnya dengan tetap menyediakan penjaminan dari pemerintah. Seperti diketahui sebelumnya, program jargas ini lebih banyak mengandalkan pendanaan langsung dari APBN. 

Pemerintah belakangan memutuskan untuk memangkas target pembangunan jargas dari semula dipatok 4 juta sambungan menjadi 2,5 juta sambungan rumah hingga akhir 2024 nanti. 

Keputusan itu diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/10/2023). Ratas itu turut dihadiri jajaran menteri koordinator dan teknis terkait. 

Pemerintah juga memutuskan untuk memberikan insentif harga gas dari hulu dengan ketetapan maksimal US$4,72 per MMBtu bagi pengembang. 

Hingga akhir tahun 2023, jargas rumah tangga yang sudah terpasang mencapai 900.000 SR. Dari jumlah tersebut, sebagian besar didominasi pendanaan yang berasal dari APBN sebanyak 703.308 SR, dan sisanya dibangun melalui penugasan pemerintah kepada PGN. 

Sementara itu, ekonom energi sekaligus pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai pengerjaan jargas yang belakangan diserahkan sepenuhnya kepada skema KPBU rentan meleset dari target. 

Pri menilai pengembangan infrastruktur gas lewat KPBU dan investasi swasta lainnya bakal tergantung dari  hitung-hitungan keekonomian perusahaan yang belum tentu sejalan dengan rencana strategis atau peta jalan pembangunan jargas nasional. 

“Ketika terjadi perubahan objektif dari badan usaha, objektif dan rencana strategis pengembangan infrastrutur gas nasional yang sudah memiliki landasan dan semestinya menjadi pegangan dapat kemudian berubah atau bergeser,” kata Pri lewat keterangan tertulis, Minggu (18/2/2024). 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper