Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bulog Targetkan 600.000 Ton Beras Impor Tiba Akhir Maret 2024

Perum Bulog menargetkan 600.000 ton beras impor akan tiba di Indonesia akhir Maret 2024.
Ilustrasi beras impor dari Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (16/12/2022) / BISNIS-Annasa Rizki Kamalina.
Ilustrasi beras impor dari Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (16/12/2022) / BISNIS-Annasa Rizki Kamalina.

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog menargetkan 600.000 ton beras impor akan tiba di Indonesia akhir Maret 2024. 

General Manager UB Bulog Sentra Niaga, Topan Ruspayandi menjelaskan secara terperinci, sebanyak 100.000 ton beras impor tersebut merupakan sisa penugasan dari izin impor 2023 dan 500.000 ton lainnya merupakan beras impor dari penugasan 2024 yang baru dikontrak.

Adapun saat ini total beras yang dikuasai Bulog sekitar 1,2 juta ton.

"Kita baru saja 2 minggu lalu mengundang puluhan eksportir dari negara-negara produsen beras, sudah berkontrak 500.000 ton," ujar Topan dalam diskusi publik bertajuk "Arah Kebijakan Pangan Indonesia Pasca Pemilu 2024", Jumat (9/2/2024).

Menurutnya, untuk melakukan impor beras saat ini tidak mudah. Musababnya, sebanyak 22 negara di dunia telah melakukan restriksi ekspor beras mereka lantaran kekhawatiran kondisi iklim. Kendati begitu, Topan mengklaim bahwa Bulog terus melakukan lelang terbuka kepada produsen beras di sejumlah negara untuk memenuhi penugasan impor 2024. Adapun kuota penugasan impor Bulog tahun ini ditetapkan sebanyak 2 juta ton.

"Dihari-hari berjalan ini kita masih melakukan lelang-lelang untuk memenuhi sisa izin impor 2024, kita membutuhkan diplomasi dan upaya untuk bisa mendapatkan [beras impor] dari negara-negara tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) mengestimasikan neraca beras pada Januari - Februari 2024 mengalami defisit 2,8 juta ton sebagai dampak dari penurunan produksi akibat El Nino. Kekurangan beras itu, kata dia, bakal dipenuhi dari impor beras.

"Kita memerlukan beras yang cukup agar neracanya dapat terjaga secara positif. Karena itu, pemerintah menyeimbangkan kekurangan tersebut dengan kebijakan importasi,” ujar Arief.

Pemerintah pun telah menggelontorkan puluhan triliun untuk impor beras lebih dari 3 juta ton sejak 2023. "Kita spend kalau 3 juta [ton beras impor] berarti kita spend sekitar Rp30 triliun ke negara orang," ujar Arief saat ditemui di Kementerian Pertanian, Rabu (17/1/2024).

Oleh karena itu, diapun menilai bahwa produksi menjadi kunci untuk mengatasi persoalan beras. Menurutnya, apabila penanaman padi bisa lampaui 1 juta hektare dipastikan produksi bulanan bisa lebih dari angka kebutuhan nasional 2,5 juta ton per bulan. Kementerian Pertanian mengklaim luas penanaman padi per Desember 2023 telah mencapai 1,3 juta hektare dan ditargetkan mencapai 1,7 hektare pada Januari 2024.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper