Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BKPM Target Investasi LG di Proyek Baterai RI Dikunci Tahun Ini

Kementerian Investasi menargetkan kepastian investasi konsorsium LG Energy Solution (LG) pada proyek baterai di Indonesia dapat dikunci tahun ini.
LG Chem, suplier baterai EV untuk kendaraan listrik/Korea Bizwire
LG Chem, suplier baterai EV untuk kendaraan listrik/Korea Bizwire

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Investasi menargetkan kepastian investasi konsorsium LG Energy Solution (LG) pada proyek baterai di Indonesia dapat dikunci tahun ini. 

Konsorsium LG belum kunjung meneken kesepakatan yang lebih maju dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) sejak nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) ditandatangani pada Desember 2020. 

Deputi Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengakui diskusi konsorsium LG untuk kelanjutan investasi terintegrasi dari hulu tambang ke hilir itu relatif berlarut-larut. 

Kendati demikian, Nurul mafhum lantaran konsorsium LG terdiri atas sejumlah perusahaan yang berbeda-beda. Kondisi itu berbeda dengan, konsorsium Contemporary Emperex Technology Co. (CATL) yang telah lebih dahulu meneken joint venture agreement (JVA) dengan IBC pada akhir tahun lalu.

“Kita berharap di tahun ini mereka harus bisa jadi, semuanya kita nariknya LG dari hilir ke hulu, mereka sudah konfirmasi bakalan bikin katoda di Indonesia,” kata Nurul saat ditemui di Jakarta, Rabu (24/1/2024). 

Nurul menuturkan, kementeriannya masih menunggu diskusi internal dari konsorsium LG tersebut ihwal kepemilikan saham serta rencana investasi di masing-masing tahap pabrikan penghiliran nikel bersama IBC. 

“Masih kita kawal karena ada beberapa joint venture di masing-masing tahapannya mulai dari tambang, prekursor, katoda mereka masih mencocokan, mereka masih menegosiasikan,” kata dia. 

Adapun, konsorsium LG yang tergabung ke dalam proyek Titan bersama IBC itu telah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar US$9,8 miliar atau sekitar Rp142 triliun. 

Konsorsium LG menggandeng beberapa rekanan produsen dan manufaktur yang mayoritas berbasis di Korea Selatan, seperti LG Energy Solution, LG Chem, LG Internasional, dan Posco, sementara satu mitra mereka berasal dari China, yakni Huayou Holding. Belakangan mitra yang disebut terakhir tengah dimatangkan komposisinya untuk menghindari klausul foreign entity of concern atau entitas asing yang jadi konsen Inflation Reduction Act (IRA) Amerika Serikat. 

Seperti diberitakan sebelumnya, IBC tengah bernegosiasi intensif dengan LG Energy Solution Ltd (LGES) untuk membangun pabrik katoda di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.  

Negosiasi itu dilakukan di tengah target rampungnya pabrik baterai kendaraan listrik (EV) PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Februari 2024. 

“Yang bisa saya sampaikan dari LG, dia akan bergerak dari sel baterai ke katoda, katoda kita sedang negosiasi dengan mereka supaya bisa melakukan investasi di Batang,” kata Direktur Utama IBC Toto Nugroho di Jakarta, Senin (11/12/2023).

Adapun, perkiraan investasi untuk proyek pabrik katoda itu mencapai di rentang US$600 juta sampai dengan US$800 juta setara dengan Rp12,48 triliun (asumsi kurs Rp15.605 per dolar AS). 

Rencananya, investasi untuk pabrik katoda dari LG itu bakal dieksekusi pada Januari 2024 mendatang untuk mulai konstruksi awal.  

Di sisi lain, Toto menambahkan, LG belakangan juga menunjukan komitmen mereka untuk menambah kapasitas terpasang produksi baterai EV di Karawang sebanyak 20 gigawatt hour (GWh), dari kapasitas terpasang saat ini di level 10 GWh.

Komitmen itu menjadi bagian dari kerja sama usaha patungan LG dengan IBC di sisi hilir. Rencananya, penambahan kapasitas itu akan diputuskan selepas produksi perdana dari pabrik Karawang saat ini efektif Februari 2024.  

“Kita konsentrasi 10 GWh dulu karena dia sudah mau operasi, setelah operasi, intensi dari LG mereka ingin meningkatkan kapasitas, tapi berita resminya kita tunggu dari LG Korea,” kata Toto.  


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper