Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Simak! Proyeksi Ekonomi Indonesia pada Tahun Pemilu 2024 dari Ekonom HSBC

Chief India and Indonesia Economist HSBC Pranjul Bhandari menyampaikan proyeksinya mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun pemilu 2024.
Suasana deretan gedung bertingkat dan perumahan padat penduduk di Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Suasana deretan gedung bertingkat dan perumahan padat penduduk di Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 diramal bakal berada di level positif. Beberapa alasannya, terkait peluang usai Pemilu 2024 hingga potensi Bank Indonesia (BI) yang bakal menurunkan suku bunga ke depan

Chief India and Indonesia Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut bahwa adanya Pemilu tidak hanya mengubah lanskap perpolitikan, tetapi juga akan memengaruhi ekonomi Indonesia. 

“Meskipun menghadapi tantangan global, tingkat inflasi rendah dan defisit fiskal serta neraca perdagangan yang terkendali telah membuat Indonesia menjadi pilihan yang menarik bagi investor,” ujarnya, Selasa (16/1/2024)

Namun, Pranjul mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa kuartal terakhir berada di bawah ekspektasi. 

“Misalnya, pada September 2023, PDB tumbuh sebesar 4,9%, lebih rendah dari potensinya,” ucapnya. 

Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan kredit yang berada di bawah bobotnya, di mana secara historis, berdasarkan paparan Pranjul, pertumbuhan kredit sendiri telah berada di bawah ekspektasi, seiring dengan kebijakan fiskal dan moneter yang ketat, serta beberapa faktor global yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Rasio kredit terhadap deposito dulunya sekitar 90%, namun setahun terakhir, rasionya menjadi lebih dari 80%. Jadi, pertumbuhan kredit lemah. Banyak alasannya, termasuk kebijakan fiskal selama ini ketat,” ujarnya.

Dia memaparkan, beberapa tahun terakhir, kebijakan moneter ketat di seluruh dunia dan di Indonesia. Pemulihan ekonomi China lebih lambat dari perkiraan. Semua ini berdampak pada pemulihan pertumbuhan Indonesia.

Meski begitu, Pranjul memproyeksikan hal ini dapat berubah secara besar pada tahun ini. “Kita sudah melihat pertumbuhan kredit, dan pertumbuhan kredit mulai meningkat sejak triwulanan,” ucapnya.

Dia mencatat peningkatan pertumbuhan kredit yang telah dimulai, dengan pertumbuhan kredit riil mencapai sekitar 10% secara tahunan. Hal ini juga dibuktikan oleh peningkatan rasio kredit terhadap deposito dari sekitar 80% menjadi sekitar 85%.

Optimistis Panjrul terkait pertumbuhan ekonomi RI juga didukung dengan peluang Bank Indonesia berpotensi untuk melakukan pemotongan suku bunga sebanyak 100 basis poin tahun ini.

Selain itu, terdapat potensi besar dari investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) yang menunggu untuk masuk, ketika pemilu sudah berlalu.

"Jika dilihat dari niat investasi FDI. Ada sekitar US$30 miliar yang menunggu di industri logam olahan. Ada sekitar US$45 miliar yang menunggu di EV,” ujarnya.

Di sisi lain, di tengah perkiraan pertumbuhan ekonomi RI yang bakal meningkat, Panjrul juga membahas dampaknya terhadap indikator makroekonomi lainnya. 

“Meskipun ada kenaikan inflasi pada beberapa komoditas tertentu, seperti beras dan gula, namun inflasi inti [tanpa makanan dan bahan bakar] tetap rendah, sekitar 2% atau kurang,” ujarnya. 

Terakhir, Panjrul menjelaskan bahwa peningkatan infrastruktur dalam satu dekade terakhir akan membantu mencegah lonjakan inflasi yang signifikan.

Misalnya, melalui peningkatan kapasitas sisi pasokan ekonomi melalui pembangunan jalan, bandara, dan infrastruktur lainnya. “Inflasi tidak akan melonjak bahkan jika pertumbuhan ekonomi meningkat,” tutupnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper