Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi RI Bisa Terancam Imbas Aksi Boikot Produk Pro Israel

Aksi boikot produk diduga pro-Israel berisiko menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia karena turunnya konsumsi masyarakat.
Ilustrasi inflasi atau kenaikan harga bahan-bahan pokok. Pelanggan memilih barang kebutuhan di salah satu ritel modern di Depok, Jawa Barat, Minggu (30/7/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Ilustrasi inflasi atau kenaikan harga bahan-bahan pokok. Pelanggan memilih barang kebutuhan di salah satu ritel modern di Depok, Jawa Barat, Minggu (30/7/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi boikot produk pro-Israel berisiko menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia karena menurunkan tingkat konsumsi masyarakat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI), Uswati Leman Sudi mengatakan aksi boikot produk pro-Israel berisiko menghambat pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Musababnya, boikot berkepanjangan dapat menurunkan konsumsi masyarakat hingga penurunan kinerja ritel hingga 50%.

“Pemerintah ingin ekonomi jangan turun, tumbuh optimis, inflasi jangan sampai naik lagi. Kalau ini [aksi boikot] dibiarkan, itu [keinginan pemerintah] pasti tidak tercapai,” ujar Uswati dalam konferensi pers, Rabu (15/11/2023).

Uswati menuturkan, aksi boikot terhadap produk-produk yang diduga terafiliasi mendukung Israel akan mengganggu kinerja dunia usaha dari hulu hingga hilir. Di hulu, para produsen akan mengalami gangguan distribusi, produksi hingga efisiensi usaha melalui pemutusan hubungan kerja (PHK). Sedangkan di hilir, ada ritel yang juga mengalami penurunan kinerja penjualan.

Padahal menurutnya kebanyakan produk yang dijual di ritel justru diproduksi oleh industri dalam negeri. Uswati memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang menjadi anggotanya tidak satupun memberikan dukungan maupun kontribusi kepada Israel maupun afiliasinya.

"Itu bisa ditegaskan bahwa tidak ada satu pun [terlibat mendukung Israel]," tuturnya.

Pemerintah diminta segera turun tangan memberikan pencerahan tentang ihwal seruan aksi boikot yang semakin menyeruak di masyarakat. Pasalnya, pelaku usaha saat ini terus menerus memperbincangkan perkembangan isu tersebut dan mewaspadai dampak negatif yang ditimbulkan terhadap usaha mereka.

“Kami menantikan pemerintah hadir untuk bisa menegaskan agar ini tidak gamang, supaya kepastian diusahakan dapat kita jaga bersama,” jelasnya.

Belakangan seruan aksi boikot semakin menyeruak di kalangan masyarakat berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Terlebih lagi, Fatwa MUI No.83/2023 menegaskan larangan untuk mendukung agresi Israel terhadap Palestina.

Termasuk mengimbau masyarakat untuk semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk pro Israel atau yang terafiliasi dengan Israel, serta yang mendukung penjajahan dan zionisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dwi Rachmawati
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper