Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Raksasa Properti China Evergrande Bangkrut, Bagaimana Dampak ke RI?

Bangkrutnya raksasa properti China Evergrande dinilai tidak akan berpengaruh banyak pada sektor properti di Indonesia.
China Evergrande Center di Wan Chai, Hong Kong, pada Senin (20/9/2021)/Bloomberg-Kyle Lam
China Evergrande Center di Wan Chai, Hong Kong, pada Senin (20/9/2021)/Bloomberg-Kyle Lam

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar properti China dilaporkan masih melanjutkan sentimen negatifnya usai raksasa properti Evergrande mengalami krisis likuiditas.

Sebagai informasi, Evergrande diketahui terlilit utang lebih dari US$300 miliar atau sekitar Rp4.600 triliun dan akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar yang pernah ada di China

Di samping itu, raksasa properti ini juga diketahui memiliki implikasi luas bagi sistem keuangan China mencapai US$60 triliun, dan dapat berdampak terhadap seluruh bank dan jutaan pemilik rumah. 

Seiring dengan hal tersebut, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menjelaskan, memang tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mengalami sejumlah dampak minor dari adanya sentimen tersebut.

Dia menekankan bahwa sinyal waspada tetap harus diberlakukan terutama pada sejumlah investasi properti yang berasal dari Tiongkok.

"Pasar properti di Indonesia itu sebagian besar didominasi pasar domestik, dengan demikian apakah akan berdampak? kalau dominasinya domestik mungkin bukan dampak langsung yang kita dapatkan tapi dampak turunan," kata Syarifah dalam sesi diskusi Jakarta Property Highlight yang diselenggarakan secara virtual oleh Knight Frank, Kamis (24/8/2023).

Syarifah juga melanjutkan, agar hal serupa tidak terjadi di pasar properti dalam negeri, Indonesia perlu secara adaptif mengambil titik pelajaran dari pecahnya sentimen negatif pada pasar properti di China.

Salah satunya yakni dengan mempelajari titik krusial yang memantik fenomena tersebut guna tetap menjaga produktivitas pasar properti dalam negeri ke depan.

Hal senaga juga disampaikan oleh Business Development Director Knight Frank, Martin Wijaya, yang menjelaskan bahwa pasar properti Indonesia tidak akan mengalami dampak secara langsung atas ambruknya pasar properti China beberapa waktu belakangan.

"Perusahaan ini [Evergrande] tidak ada hubungan langsung ke Indonesia, jadi dampak langsung tak ada. Tapi [kita perlu ingat] kalau dilihat dari skala keseluruhan negara, investasi Tiongkok ke Indonesia lumayan besar," jelasnya.

Secara lebih spesifik, Martin menambahkan, salah satu efek yang mungkin dapat terjadi dari ambruknya pasar properti China yakni meningkatnya portofolio investasi para investor China di Indonesia.

"Jadi kalau kita berbicara secara spesifik pada sektor properti, ini justru ada peluang berdampak positf. Investor sana akan berinvestai ke sini terutama pada hotel [sudah terjadi] dalam setahun ini. Jadi dampak langsung tak ada tapi efeknya mungkin sudah ada dari 2 tahun lalu," pungkasnya.

Untuk diketahui, Evergrande resmi dinyatakan bangkrut usai perusahaan mengalami gagal bayar obligasi sebesar US$340 miliar atau senilai Rp4.400 triliun pada 2021 lalu.

Saat ini, Evergrande telah bekerja selama berbulan-bulan untuk menyelesaikan rencana restrukturisasi utang luar negeri. Pada April 2023, perusahaan mengungkapkan bahwa mereka belum memiliki tingkat dukungan kreditur yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan rencana tersebut. 

Sementara pada Juli 2023 lalu, perusahaan ini menerima persetujuan pengadilan untuk mengadakan pemungutan suara atas kesepakatan. Perusahaan mengatakan pada awal pekan ini bahwa mereka telah menjadwal ulang pertemuan skema untuk para kreditur hingga awal pekan depan, tepatnya pada 28 Agustus 2023.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper