Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investasi di Batam, Vena Energy Bidik Ekspor Listrik 2,5 TWh per Tahun ke Singapura

Vena Energy menargetkan dapat mengekspor listrik lintas negara atau cross border sebesar 2,5 terawatt hour (TWh)
Acara penandatanganan kerja sama Vena Energy bersama dengan Suntech, Powin dan REPT Battero untuk rencana investasi panel surya dan baterai terintegrasi di Batam, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (7/8/2023)/Bisnis-Nyoman Ary Wahyudi
Acara penandatanganan kerja sama Vena Energy bersama dengan Suntech, Powin dan REPT Battero untuk rencana investasi panel surya dan baterai terintegrasi di Batam, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (7/8/2023)/Bisnis-Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan energi baru terbarukan berbasis di Singapura, Vena Energy menargetkan dapat mengekspor listrik lintas negara atau cross border sebesar 2,5 terawatt hour (TWh) lewat investasi anyar pabrik panel surya dan sistem penyimpanan baterai terintegrasi di Batam. 

Vena Energy menggandeng produsen modul fotovoltaik sekaligus sel surya silikon kristal Suntech, penyedia platform penyimpanan energi global Powin dan produsen sel baterai REPT Battero untuk pengerjaan proyek tersebut. 

“Diharapkan dengan proyek ini dapat mengekspor cross border sebesar 2,5 TWh dalam setahun,” kata CEO Vena Energy Nitin Apte saat acara penandatanganan kerja sama di Jakarta, Senin (7/8/2023). 

Proyek hasil kerja sama itu bakal memiliki kapasitas lebih dari 2 gigawatt (GW) tenaga surya dan sistem penyimpanan energi baterai yang dapat menampung lebih dari 8 GWh energi bersih.  

Sementara itu, Nitin mengatakan, proyek tersebut bakal mulai memasuki tahap konstruksi pada 2026 mendatang. Saat ini, kata Nitin, perusahaannya bersama dengan rekanan bisnis masih menyelesaikan sejumlah isu perizinan untuk dapat mengalirkan atau ekspor listrik ke Singapura. 

“Target waktunya 2026 dari sekarang itu sudah mulai konstruksi karena banyak sekali persiapan yang mesti dilakukan untuk perizinan dan lisensi karena pasokan lintas negara itu masih sangat baru,” kata Nitin.

Nitin memastikan kerja sama itu bakal mendatangkan investasi yang masif untuk sisi hulu hingga hilir pengembangan industri panel surya di Indonesia.

Komitmen itu sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman antarpemerintah, Indonesia dan Singapura berkaitan dengan kesepakatan ekspor listrik dan kewajiban investasi industri panel surya terintegrasi di Indonesia.

Kesepakatan itu diteken dalam nota kesepahaman atau MoU di sela-sela kegiatan tahunan "Leader’s Retreat" yang digelar di Singapura pada 17 Maret 2023 lalu. Lewat MoU itu, Singapura meminta pasokan listrik bersih dari Indonesia untuk rencana bauran energi sampai 2035 mendatang.  

 “Angka investasinya sedang dikerjakan dengan semua pihak, mungkin ada di angka miliaran dolar cukup intensif,” tutur Nitin. 

Selain itu, Vena Energy turut menjalin kerja sama dengan Shell Eastern Trading Pte. untuk ekspor listrik yang dihasilkan dari proyek investasi tersebut.  

Sementara itu, Wakil Presiden Penjualan Suntech Power Eric Li menilai positif kerja sama yang dibangun bersama dengan Vena Energy di Indonesia lewat kerja sama anyar ini.  

“Kami akan terus mengabdikan diri untuk mendukung perkembangan pasar Indonesia dan memberikan kinerja tertinggi bagi pelanggan,” kata dia. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper