Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Joe Biden: Cuaca Panas Ekstrem Rugikan AS Rp1.500 Triliun per Tahun

Biden mengatakan suhu panas ekstrem merupakan pembunuh nomor satu terkait cuaca di AS.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjalan ke Gedung Putih setelah perjalanannya ke Colorado, di Washington, AS, 1 Juni 2023. REUTERS/Evelyn Hockstein
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjalan ke Gedung Putih setelah perjalanannya ke Colorado, di Washington, AS, 1 Juni 2023. REUTERS/Evelyn Hockstein

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa cuaca panas ekstrem akibat perubahan iklim telah merugikan AS hingga US$100 miliar atau Rp1.500 triliun per tahun.

Biden mengungkapkan hal ini saat dirinya menjabarkan langkah-langkah yang akan diambil pemerintahannya untuk melindungi warga Amerika dari rekor suhu tertinggi.

"Kami ingin rakyat Amerika tahu, bantuan ada di sini, dan kami akan menyediakannya bagi siapa saja yang membutuhkannya," ungkap Biden seperti dilansir Reuters, Jumat (28/7/2023).

Biden mengatakan suhu panas merupakan pembunuh nomor satu terkait cuaca di AS. Para manula, orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dan tuna wisma menjadi yang paling rentan terhadap suhu ini.

”[Cuaca panas] ini mengancam pertanian, perikanan, hutan,” lanjutnya.

Biden mengatakan bahwa ia meminta Departemen Tenaga Kerja untuk mengeluarkan peringatan bahaya dan menegaskan kembali bahwa para pekerja memiliki perlindungan terkait panas di bawah hukum federal. Dia juga memperingatkan negara-negara bagian yang tidak melindungi para pekerja.

"Kita seharusnya melindungi pekerja dari kondisi berbahaya dan kita akan melakukannya, dan negara-negara bagian yang tidak melakukannya, saya akan memanggil mereka," ujar Biden.

Gelombang panas telah melanda AS sepanjang musim panas. Saat ini, sekitar 170 juta warga AS berada di bawah peringatan panas yang berlebihan. New York City dan Northeast akan mengalami hari terpanas sepanjang tahun ini.

Badan Cuaca Nasional melaporkan suhu tertinggi rata-rata hari Kamis di New York akan berada di kisaran 90 derajat Celcius, dan suhu kelembaban akan terasa mendekati 41 derajat Celcius.

Suhu tersebut mengancam jaringan listrik dan memperlambat transportasi, terutama untuk perjalanan udara dan kereta api.

AS juga telah menderita akibat kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kanada, yang telah berulang kali menyelimuti kota-kota di pesisir timur dan barat tengah dengan asap beracun dan menyebabkan peringatan kualitas udara di beberapa negara bagian.

Biden mendesak warga AS untuk mendengarkan saran dari pejabat negara bagian dan lokal, memanfaatkan pusat-pusat pendinginan dan tempat-tempat dengan pendingin udara seperti mal, pusat komunitas, dan bioskop, serta memeriksa tetangga dan orang-orang terkasih selama gelombang panas.

"Saya rasa tidak ada lagi yang bisa menyangkal dampak perubahan iklim. Bahkan mereka yang menyangkal bahwa kita sedang berada di tengah-tengah krisis iklim pun tidak dapat menyangkal dampak panas yang ekstrem,” pungkas Biden.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper