Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Listrik Biarpet, Pabrik Pipa di Mojokerto Pasang PLTS Atap

Pabrik pipa di Mojokerto memilih untuk pasang PLTS atap karena pasokan listrik dari PLN tidak stabil atau biarpet.
Ilustrasi PLTS atap./Istimewa
Ilustrasi PLTS atap./Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Produsen dan distributor sistem pipa HDPE & uPVC Vinilon Group menggandeng pengembang proyek tenaga surya SUN Energy untuk memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di dua pabriknya yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur dan Cileungsi, Jawa Barat. 

Factory Manager Vinilon Jaya Sakti, Antonius Prakosa mengatakan keputusan perseroan untuk memasang PLTS Atap tersebut sebagai tindaklanjut atas instabilitas pasokan listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN yang beberapa waktu terakhir sering mengalami gangguan.

Malahan, Prakosa mengatakan, pabrik pipa yang berlokasi di Mojokerto sudah mengalami 27 kali putus jaringan atau trip sepanjang semester pertama tahun ini. Konsekuensinya, produk buangan atau waste dari pabrik mengalami peningkatan signifikan pada paruh pertama tahun ini yang berdampak pada kinerja perusahaan.

“Listrik PLN sering tidak stabil walaupun kami sebagai pelanggan PLN premium, kondisinya 27 kali trip terutama musim hujan kabel kena pohon atau lain-lain, kita bermasalah jadinya karena waste product akan sangat tinggi,” kata Prakosa saat ditemui di pabrik, Mojokerto, Senin (3/7/2023).

Belakangan, Prakosa mengatakan, perusahaannya memilih untuk menggandeng SUN Energy untuk memasang PLTS Atap sebagai alternatif kelistrikan selepas pasokan yang beberapa kali putus dari perusahaan setrum pelat merah tersebut.

Adapun SUN Energy telah melakukan instalasi pada dua lokasi pabrik milik Vinilon tersebut dengan total kapasitas 1,4 Megawatt peak (MWp). Kapasitas terpasang itu diperkirakan mampu menghasilkan 1.871.593 kilowatt hour (kWh) energi hijau dan mereduksi 1.684 ton emisi karbon setiap tahunnya.

Adapun kapasitas terpasang dari PLTS Atap pada pabrik Vinilon itu hanya mengambil porsi 15 persen dari keseluruhan kapasitas daya setrum pabrik. Sisanya, Vinilon masih bertopang pada listrik yang mesti diserap dari PLN.

Sementara itu, SUN Energy bersama dengan Vinilon belakangan masih menantikan izin operasi PLTS Atap yang belum kunjung diterbitkan PLN selepas pemasangan instalasi rampung Februari 2023 lalu. Rencannya, izin operasi itu dapat terbit pada bulan ini.

Di sisi lain, Chief Commercial Officer SUN Energy Dion Jefferson menilai positif komitmen Vinilon untuk menggunakan PLTS Atap sebagai alternatif energi bersih perusahaan.

“Kami mengapresiasi atas komitmen dan kepercayaan Vinilon Group terhadap SUN Energy dalam menginstalasi dan mengelola sistem energi surya sebagai inisiatif keberlanjutan di kedua pabriknya dalam mendukung produksi pipa di Indonesia,” kata Dion melalui siaran pers, Senin (3/7/2023).

Menurut Dion, Vinilon menjadi  produsen pipa pertama yang mulai memanfaatkan sistem energi surya. Dia berharap penetrasi pembangkit panel surya dapat lebih intens seiring dengan komitmen pemerintah beralih menuju energi bersih saat ini.

“Ini menjadikan kami semakin optimis dalam mengembangkan sistem energi surya di Indonesia di sektor komersial dan industrial dengan semakin luasnya jenis industri yang mulai menggunakan sistem energi surya,” kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper