Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kementerian ESDM Soroti Kinerja PLN Batam, Mengapa?

Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Jisman P. Hutajulu menyoroti bisnis dan tata kelola kelistrikan PLN Batam. Berikut ini alasannya.
Direktur Jendral Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hujajulu saat membuka acara Diseminasi RUPTL PT PLN Batam 2023-2032, Jumat (26/5/2023) - Tangkapan Layar Youtube Ditjen Gatrik/Nyoman Ary Wahyudi
Direktur Jendral Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hujajulu saat membuka acara Diseminasi RUPTL PT PLN Batam 2023-2032, Jumat (26/5/2023) - Tangkapan Layar Youtube Ditjen Gatrik/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, mengungkapkan kejengkelannya atas tata kelola kelistrikan serta kinerja bisnis pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum (IUPTLU) PT PLN Batam.

Kejengkelan Jisman itu dipicu oleh pemadaman listrik yang berulang di wilayah usaha PLN Batam seperti Batam, Bintan dan wilayah lainnya. Adapun pemadaman listrik itu disebabkan karena faktor keandalan listrik yang tercermin lewat persentase reserve margin yang jauh di bawah kapasitas minimal terpasang. 

“Kami juga dapat laporan, kita terbuka saja di sini ngga usah kita tutup-tutupi, PLTU Tanjung Kasam keluar [perbaikan] minggu lalu, ada 55 megawatt (MW), yang membuat reserve margin sangat menipis dan memerintahkan beberapa pelanggan yang punya genset untuk menyalakan gensetnya kan sudah tidak sehat,” kata Jisman saat Diseminasi RUPTL PT PLN Batam 2023-2032 yang ditayangkan lewat Youtube Ditjen Gatrik, Jumat (26/5/2023). 

Beberapa kali, Jisman melontarkan kejengkelannya kepada Direktur Utama PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra, yang duduk di meja bundar persis di hadapannya saat membuka acara diseminasi tersebut.

Menurut Jisman, situasi itu mesti disampaikan ke publik secara gamblang agar ikut jadi perhatian pemangku kepentingan terkait di wilayah usaha PT PLN Batam yang mencakup Batam, Rempang, Galang dan wilayah lainnya.

Jisman mengatakan dirinya telah melaporkan kondisi itu kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, saat meminta persetujuan revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN Batam pada 19 Mei 2023 lalu. Saat itu, Jisman mengatakan, reserve margin yang mesti terpasang di wilayah usaha PT PLN Batam di angka 15 persen.

Sementara itu, dia mengatakan, reserve margin di wilayah usaha PT PLN Batam terbilang tipis. Malahan, beberapa opini belakangan yang muncul di tengah masyarakat menyebutkan pasokan listrik di Batam telah defisit atau shortage

“Hanya 3 pertanyaan ke saya, berapa reserve margin sekarang, saya bilang sudah menipis pak, harusnya paling tidak 15 persen, apa yang akan dibangun, ya ini, jadi tidak banyak pertanyaan dari pak menteri,” ujarnya.

Selain itu, Jisman turut mengungkapkan kekesalannya saat profit margin dari PT PLN Batam hanya berada di kisaran 3 persen. Menurut dia, kondisi itu menunjukkan inti bisnis dari perusahaan pemegang IUPTLU PLN itu tidak sehat untuk jangka waktu panjang. 

Di sisi lain, dia menggarisbawahi, Dirut PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra, tetap menerima gaji seperti biasa di tengah performa perusahaan yang merosot tersebut dari bisnis di luar wilayah usaha. 

“Jadi pak Irwansyah ini bisa gajian begitu ya pak Irwansyah ya, karena memang diberikan bisnis lain di luar Batam wilayah usahanya kan kurang sehat. Dia merugi di sini, dia bisa menyalakan karena kewajiban untuk masyarakat listriknya, dia peroleh keuntungan dari tempat lain apa iya begitu,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, PLN Batam sempat menerapkan pemadaman listrik selama 7 hari sepanjang 15 Mei sampai dengan 21 Mei 2023 yang berdampak serius pada sejumlah kawasan industri di Batam. 

Saat itu, Irwansyah mengatakan, pemadaman listrik itu terjadi karena suhu udara di Kepulauan Riau (Kepri), terutama Batam. Akibatnya terjadi lonjakan pemakaian listrik melebihi kapasitas pembangkit listrik PLN Batam.

Pemadaman listrik juga dilakukan karena satu unit PLTU Tanjung Kasam melakukan perbaikan, sedangkan PLTGU Panaran yang masih dalam tahap pengetesan setelah dilakukan pemeliharaan.

"Karena kekurangan daya kami mengimbau dan meminta bantuan kepada pelanggan industri dan bisnis dengan Captive Power untuk mengoperasikan genset sendiri. Untuk mengatasi permasalahan ini, saat ini PLN sedang membangun pembangkit sewa sebesar 75 MW yang akan masuk secara bertahap 25 MW pada awal bulan Juli 2023 dan 50 MW pada bulan September 2023, serta merelokasikan pembangkit dari Sumatera dengan kapasitas 50 - 75 MW," kata Irwansyah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper